/
Senin, 27 Februari 2023 | 22:52 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Bogor Iwan Setiawan minta maaf soal pernyataan injak Al Quran. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan meminta maaf mengenai ucapannya tentang menginjak Al Quran. Ia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud merendahkan kitab suci umat Islam.

"Mohon maaf kalimat itu yang keluar, itu untuk menegaskan. Manusia itu tempatnya khilaf. Kepada seluruh umat Muslim saya mohon maaf jika merasa terganggu," kata Iwan dalam keterangannya di Bogor, Senin (27/2/2023).

Ia mengaku tidak memiliki niat untuk benar-benar menginjak Al Quran, karena dirinya yang dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Haq Cisarua, banyak belajar mengenai bagaimana memuliakan Al Quran.

Iwan mengatakan pernyataan itu ia sampaikan untuk menegaskan tak ada jual beli di proses rotasi mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Bogor. Namun karena terburu-buru, ada kalimatnya yang keliru soal sumpah Al Quran.

"Sebagai Muslim, karena imam saya Al Quran, saya menjunjung betapa tingginya Al-Quran, saya sampai sumpah demi Allah, demi Rasulullah, demi Al-Quran. Tapi memang ada kalimat yang saya khilaf karena di luar jangkauan, itu posisinya ada lima kegiatan hari itu dan itu di kegiatan terakhir. Jadi dalam kondisi capek dan tiba-tiba diberi pertanyaan seperti itu, ada kalimat yang khilaf," jelas dia seperti dilansir dari Antara.

Iwan bercerita, insiden itu terjadi saat ia rampung menghadiri peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama dan Konferensi MWC NU Cigombong pada hari Selasa, 21 Februari 2023.

Saat akan meninggalkan lokasi acara, dia dihampiri sejumlah wartawan yang bertanya soal isu jual beli jabatan di Kabupaten Bogor.

"Ada doorstop dan saya pikir selesai karena waktunya juga cukup panjang. Tapi ada salah satu wartawan yang sudah doorstop itu bertanya ke saya yang sudah di dalam mobil, jadi kendaraan sudah mulai jalan, waktu itu saya menyampaikan soal penegasan tidak ada jual beli jabatan," terang Iwan.

Iwan menjelaskan, dirinya diamanahkan oleh Mendagri menjadi Plt Bupati Bogor untuk mengisi kekosongan jabatan. Ia mengaku diminta untuk konsen dalam menangani korupsi, termasuk menutup segala bentuk jual beli jabatan.

"Ketika itu, saya mendapat arahan dari penegak hukum yang mengurusi korupsi jangan sampai ada jual beli jabatan. Itu Amanah yang harus saya pegang dan saya hanya ingin meyakinkan itu. Saya juga menginstruksikan ke jajaran tidak boleh menerima sepeser pun uang dalam proses rotasi mutasi," ungkap Iwan Setiawan.

Diketahui, Iwan memberikan pernyataan berkaitan dengan berani bersumpah atas nama Al Quran saat menegaskan soal tidak adanya praktik jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Gini, kalau ngomong jual beli jabatan saya ngomongnya sambil nginjek Qur'an, wani (berani)," kata Iwan saat memberi jawaban kepada wartawan yang meminta tanggapan pada Selasa, 21 Februari 2023.

Load More