Sebuah unggahan viral menghebohkan publik lantaran banyak motor gede (moge) yang mendadak banyak dijual.
Warganet menduga kalau ini dampak dari murka Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang membubarkan komunitas moge berisi para pegawai Ditjen Pajak bernama BlastingRijder DJP.
Unggahan ini disebarkan oleh akun Twitter @mazzini_gsp yang memperlihatkan beberapa moge dijual serentak pada Senin (27/2/2023) di situs jual beli online.
"Fenomena langka, banyak orang jual moge serentak dalam waktu yg hampir bersamaan," tulis akun tersebut, dikutip Selasa (28/2/2023).
Terlihat ada empat unit moge yang dijual di platform tersebut. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 420 juta hingga Rp 725 juta.
Hal yang disorot publik dari screenshot tersebut adalah keterangan waktu, yang mana semua moge itu dijual pada hari Senin kemarin.
Unggahan ini kemudian direspons warganet Twitter. Beberapa dari mereka menduga kalau moge ini milik para pegawai DJP.
"ada beberapa kemungkinan ini, bisa para pejabat yg merasa terancam makanya pada jual barengan atau emang yg jual beli harley liat momen bagus buat jualan wkwkwk. tanya sama yg paham HD, itu harga pasaran wajar kah? atau jual 'murah'?" kata salah satu warganet.
"Hari ini tiba tiba banyak yang jual moge gini, pengennya mikir positif kalau mereka lagi butuh uang tapi kok gak bisa ya," timpal yang lain.
Baca Juga: Ajang F1H2O di Sumut Tingkatkan Peran Pelaku Bisnis Lokal untuk Dorong Percepatan Ekonomi Nasional
"Semakin yakin selama ini pegawai2 menkeu dan ditjen pajak byk yg pemasukan dan harta kekayaannya dr uang gak bener. Tp herannya gak diusut. Apa menteri dan staf nya juga “bermain”, " duga warganet lainnya.
Seperti diketahui, Sri Mulyani meminta komunitas motor gede (moge) BlastingRijder DJP bubar usai viral unggahan Dirjen Pajak Suryo Utomo yang mengendarai Moge.
"Meminta agar klub BlastingRijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai Moge - menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP," tulis Sri Mulyani lewat akun Instagram @smindrawati.
Ia pun menegaskan para pegawai Kemenkeu untuk tidak memamerkan kemewahan ke publik, khususnya di media sosial.
Menurut dia, hal itu dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepada Kemenkeu dan DJP selaku pengelola uang negara.
"Bahkan apabila Moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi; mengendarai dan memamerkan Moge bagi Pejabat/Pegawai Pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik. Ini mencederai kepercayaan masyarakat," ujar Sri Mulyani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
Kiper Sassuolo: Ada Jay Idzes, Pertahanan Jadi Aman
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
BFI Finance Terseret Kasus Debt Collector Keroyok Warga: Kami Menolak Premanisme
-
Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah
-
5 Rekomendasi Foundation Minim Oksidasi dan Full Coverage
-
Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran
-
Kasus Kecelakaan di Bekasi, Kenapa Gerbong Khusus Perempuan Ditempatkan di Ujung Rangkaian KRL?
-
5 Insiden Kelam Kereta Argo Bromo Anggrek, Terakhir Bekasi Timur
-
Ketika Pendidikan Menjadi Hak: Menagih Janji Konstitusi atas Sekolah Gratis