Stigma negatif masih sangat melekat terhadap Mario Dandy Satriyo yang menganiaya anak petinggi GP Ansor, David Latumahina. Bahkan keluarga Dandy turut dikuliti oleh warganet hingga mengakibatkan ayahnya, Rafael Alun Trisambodo, harus mengundurkan diri sebagai PNS Ditjen Pajak.
Hal ini tentu tak lepas dari Rafael yang dianggap memiliki kekayaan tidak wajar dengan statusnya sebagai pejabat Eselon III DJP. Seperti total kekayaannya yang mencapai Rp56 miliar serta Mario yang memiliki Jeep Rubicon.
Kasus ini mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya Farhat Abbas. Namun pengacara sekaligus politikus ini lagi-lagi melempar komentar yang cukup antimainstream hingga terkesan mencari perhatian.
Bagaimana tidak? Pasalnya Farhat kali ini malah mengasihani Rafael yang harus mengundurkan diri sebagai PNS Pajak kendati yang bersalah adalah anaknya.
"Prihatin ayah Mario mundur PNS, yang salah anaknya kog Bapak nya yang dihukum?" tulis Farhat di Instagram Story-nya, dikutip dari akun Instagram @nyinyir_update_official, Selasa (28/2/2023).
"Peradilan medsos sangat tidak adil," kritik Farhat lebih jauh, menilai warganet terlalu mengitimidasi sampai membuat Rafael harus dicopot dari jabatannya dan bahkan belakangan mengundurkan diri.
Tak berhenti sampai di situ, Farhat juga menilai bukan Rafael lah yang harusnya mengundurkan diri melainkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang belum lama ini meminta DJP membubarkan klub motor gede mereka.
"Kenapa Bukan menterinya aja yang mundur? Salam pandai," tantang Farhat.
Unggahan inilah yang kembali membuat publik geram. Banyak yang menyebut Farhat hanya sedang panjat sosial dan mencari atensi warganet.
"Dia kenapa lagi yah? Ada masalah apa sih?" ujar @nyinyir_update_official.
"Kasian, pansos melulu tapi ga dapet perhatian netizen," tutur warganet.
"Sebenernya yang kasian itu kau lah, udah caper-caper udah capek-capek hujat sama sini tapi gak ada meduliin," komentar warganet lain.
Di sisi lain kejanggalan kekayaan Rafael dan keluarganya masih terus disorot publik. Bahkan perumahan mewah sampai usaha restoran yang diduga dimiliki Rafael ikut dibongkar warganet.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: KPK Temukan Bukti Pembelian Rubicon Milik Rafael Alun Trisambodo dari Hasil Korupsi, Benarkah?
-
'Kalau Uang Haram Pasti Anaknya Nakal' Nasihat Eks Ketum PBNU untuk Rafael Alun Agar Hati-Hati Mencari Nafkah
-
Seruan Tidak Membayar Pajak Menggema Buntut Kasus Mario Dandy, Hati-Hati Sanksi Menanti
-
Modus Pejabat Pajak Memperkaya Diri, Suap Hingga Pencucian Uang
-
Sri Mulyani Minta Masyarakat Stop Bully Pegawai Pajak
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa
-
Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Keluarga Almarhum Haji Abdul Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
Polri Siap Hadapi Perlawanan Febrie Adriansyah Lewat Praperadilan Kasus Korupsi dan TPPU