/
Kamis, 02 Maret 2023 | 05:42 WIB
Ilustrasi sederet moge milik anak-anak klub moge (Pixabay/Andreas H.)

Disebut-sebut bahwa kejadian Rafael Alun Trisambodo (RAT) diperiksa KPK dan klub moge dibubarkan membuat pemilik dari kalangan tertentu "tidak tenang".

Sebut saja "efek klub bubar", dua kondisi di mana keberadaan motor gede atau moge disorot tajam. Pertama saat mantan pejabat elite Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Jakarta bernama Rafael Alun Trisambodo (RAT) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul kejadian anaknya,  Mario Dandy Satriyo melakukan penganiayaan brutal terhadap korban Cristalino David Ozora Latumahina. Si anak telah resmi menjadi tersangka dan sebelumnya kerap pamer kendaraan mevvah, antara lain Harley-Davidson serta Jeep Rubicon.

Kedua, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo terlihat tengah mengendarai motor gede, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta klub motor  Belasting Rijder DJP, sebuah geng moge beranggotakan para pejabat pajak agar dibubarkan.

Menkeu meminta Dirjen Pajak Suryo Utomo untuk memberikan penjelasan dan menyampaikannya kepada masyarakat mengenai jumlah harta kekayaan yang dimiliki serta sumber harta kekayaan sebagaimana dilaporkan di LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).

Disebutkan oleh Sri Mulyani Indrawati melalui akun nama pribadinya di laman media sosial Instagram bahwa pejabat atau pegawai pajak yang mengendarai dan memamerkan moge kepada publik telah melanggar asas kepatutan dan kepantasan publik.

Dikutip dari laman News Suara.com, beredar kabar di media sosial bahwa telah terjadi penjualan massal moge akibat "efek klub bubar" tadi.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan memastikan bakal memantau penjualan massal motor gede ini.

"Kalau dibilang jual massal begitu, pastilah kami amati kalau ada namanya," sambut Pahala Nainggolan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Rabu(1/3/2023).

Disebutkannya, KPK sudah mengantongi nama pemilik motor gede di lingkungan Kementerian Keuangan. Selanjutnya bakal diserahkan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

"Sekarang kami angkut nama-nama penjualnya ke Irjen Kementerian Keuangan. Nama-nama pegawai ini, kami menduga pegawai Dirjen Pajak," jelas Pahala Nainggolan.

Namun ia tak ingin berspekulasi penjual motor gede itu seluruhnya pegawai di Kementerian Keuangan.

"Namanya sudah kami kumpulkan dan sore ini kami bawa ke Irjen Kemenkeu untuk dicarikan.  Ada tidak nama pegawai itu? Bisa jadi bukan pegawai pajak, bisa jadi nama istrinya atau anaknya, tidak tahu," kata Pahala Nainggolan.

Load More