RAT telah hadir di KPK hari ini, mengenakan busana serba gelap dan pegangi kepala.
Busana dominan hitam bisa diidentikkan sebagai pakaian duka cita, bisa pula menjadi warna glamour sebuah pesta. Mau pilih acara apa, namun inilah pilihan yang dikenakan Rafael Alun Trisambodo, bapak dari Mario Dandy Satriyo, penganiaya brutal terhadap David Latumahina.
Rafael Alun Trisambodo atau RAT adalah mantan pejabat elite Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Jakarta Selatan. Pegawai Pajak Kementerian Keuangan yang hadir di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (1/3/2023) untuk memenuhi pangilan KPK. Yaitu melakukan klarifikasi atas harta kekayaannya. Termasuk Jeep Rubicon dan Harley-Davidson yang digeber putranya, Mario Dandy Satriyo. Anak ketiga dari empat bersaudara yang resmi berstatus tersangka penganiaya.
Dikutip dari Suara.com yang hadir langsung di lokasi, Rafael Alun Trisambodo atau RAT tiba di Gedung Merah Putih KPK Kuningan Jakarta Selatan sekira pukul 07.45 WIB. Datang sendiri, langsung menuju lobby KPK, mengenakan busana serba gelap, dan mengenakan masker hitam. Sampai pukul 08.45 WIB, masih berada di lobby KPK. Duduk sambil memegang kepala.
Kedatangannya RAT dibenarkan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.
"Betul yang bersangkutan (Rafael) sudah hadir di Gedung Merah Putih KPK," jawabnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/3/2023).
Sesuai agenda, RAT akan menjalani pemeriksaan pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut Temuan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) soal transaksi keuangan RAT menjadi bukti permulaan untuk menelusuri indikasi dugaan korupsi.
"Bisa saja (temuan transaksi keuangan yang diduga janggal jadi bukti permulaan)," jelasnya, pada Selasa (28/2/2023).
Disebutkannya bahwa KPK memiliki pengalaman mengungkap perbuatan korupsi merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan hasil analisis PPATK.
"Di mana kami mendapat transaksi yang mencurigakan atau terhadap aset-aset yang kemudian tidak dilaporkan," lanjut Alexander Marwata.
"Yang kemudian kami klarifikasi yang bersangkutan tidak bisa membuktikan asal strata kekayaannya. Itu menjadi indikasi atau refleksi terjadinya suatu penyimpangan, dalam hal ini korupsi," tandasnya.
Jauh sebelum kasus Mario Dandy Satriyo (MDS), salah satu anak RAT yang melakukan penganiayaan brutal terhadap David Latumahina, Ketua PPATK ( Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Ivan Yustiavandana mengungkap, pihaknya sudah pernah menyerahkan hasil analisis transaksi keuangan RAT yang diduga mencurigakan kepada penyidik KPK.
Namun seperti dinyatakan Ivan Yustiavandana, tidak jelas tindak lanjut dari penyidik KPK. Karena itu ia memastikan data akan kembali dierahkan kepada ke penyidik KPK agar ditindaklanjuti.
Transaksi berupa aliran dana yang tidak sesuai dengan profil RAT sebagai pegawai pajak Kementerian Keuangan.
"Banyak transaksi tunai bernilai signifikan, tidak sesuai profil yang bersangkutan (Rafael) di beberapa rekening," jelas Ivan Yustiavandana saat dihubungi Suara.com.
Adapun kendaraan prestisius Jeep Rubicon dan moge Harley-Davidson yang dipamerkan MDS disebutkan RAT bukan miliknya. Serta tidak dituliskan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.
Simak komparasi LHKPN antara RAT, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Pratomo, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani, hasilnya:
* Suryo Pratomo: Rp 14,4 miliar
* RAT: Rp 56,1 miliar
* Sri Mulyani: Rp 58,048 miliar.
Berita Terkait
-
Stafsus Sri Mulyani Pastikan Gaya Hedon Pegawai Bea Cukai Jadi Perhatian Pimpinan Instansi
-
David Latumahina Korban Penganiayaan Mario Dandy Satriyo Berhasil Lewati Fase Koma, Mengalami Trauma Kepala
-
Besuk David Latumahina, Menko Polhukam Sebutkan Pelaku Bisa Dijerat Pasal Lebih Keras dan Tegas: 12 Tahun Penjara
-
Polisi Menyatakan Mario Dandy Satriyo Bebas Pengaruh Alkohol Saat Menganiaya, Namun di Jeep Rubicon Ada Temuan Ini
-
Kuasa Hukum Mario Dandy Satriyo Menilai Pihak Manapun yang Terlibat Kasus Penganiayaan David Latumahina Mesti Diproses Hukum
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Juni: Ada Diamond Gratis, Emote Pildun, dan Loot Box
-
Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong
-
Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi
-
EA Sports FC 26 Dapat Diskon Besar: Cuma Rp50 Ribu di Steam, Versi Switch Gratis