Kasus penganiayaan David Latumahina (17) memasuki babak baru pasca ditarik ke Polda Metro Jaya. Bukan hanya itu, polisi juga telah menetapkan dua orang tersangka serta seorang anak pelaku penganiayaan dalam kasus ini.
Namun sebuah kanal YouTube dengan lebih dari 85 ribu pengikut mengklaim penganiayaan David terjadi akibat didalangi FPI yang pernah berseteru dengan ayah sang korban, Jonathan Latumahina.
Hal inilah yang diwartakan oleh kanal YouTube ARENA POLITIK dan tercatat sudah ditonton lebih dari 70 ribu kali sampai Jumat (3/3/2023).
"Berita Terkini - Jejak Ayah David & FPI Terungkap," seperti itulah judul dari videonya, yang kemudian kembali diperjelas di thumbnail videonya.
"Breaking News. FPI Dalangi Penganiayaan? Perseteruan Ayah David dengan Ormas Ini Akhirnya Terungkap," tulisnya.
Di bagian thumbnail juga terlihat seorang pria dengan pakaian dan peci putih duduk di kantor polisi, seolah sedang diperiksa lantaran diduga terlibat dalam penganiayaan keji tersebut.
Namun benarkah informasinya?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, ternyata ada ketidaksesuaian antara judul, narasi di thumbnail, serta informasi yang disampaikan di video.
Faktanya video berdurasi 8 menit 12 detik itu malah menampilkan profil Jonathan Latumahina yang merupakan salah satu Pengurus Pusat (PP) GP Ansor. Bukan hanya itu, narator juga sempat membahas perihal perjalanan spiritual Jonathan sampai akhirnya menjadi mualaf dan sempat menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Namun sampai akhir video sama sekali tidak ada pembahasan mengenai keterlibatan FPI dalam penganiayaan David sebagaimana dinarasikan di judul.
Malah di akhir durasi terdengar narator yang menekankan bahwa David menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo (20) yang merupakan anak mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video unggahan ARENA POLITIK itu tidak tepat.
Alih-alih menerangkan keterlibatan FPI, video justru membahas profil dan perjalanan spiritual Jonathan Latumahina selaku ayah korban, David.
Dengan demikian video ini dapat dikategorikan sebagai hoaks berupa konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
Usai Ditetapkan Tersangka, Agnes Gracia Mengundurkan Diri dari Sekolah SMA Tarakanita 1
-
Misteri Hilangnya Rubicon Mario Dandy Terbongkar! Sempat Dibawa Shane Lukas, Lalu Dikembalikan AG ke Polsek Pesanggrahan
-
Sebelum Jadi Tersangka, Shane Lukas Sempat Perkenalkan Diri ke Paman Sebagai Teman David
-
Mario Dandy Bisa Dihukum Berat Jika Sengaja Pakai Pelat Palsu untuk Tutupi Penganiayaan David
-
Kak Seto oh Kak Seto... Dirujak Lagi Usai Minta AGH Pacar Mario Dandy Tak Didiskriminasi: Jadilah Sahabat Anak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026