Suara.com - Mobil Jeep Rubicon yang menjadi barang bukti kasus penganiayaan David Latumahina sempat menghilang dari Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Misteri hilangnya mobil Rubicon itu lantas dipecahkan oleh paman David, Rustam Latumahina.
Rustam bercerita kalau mobil itu sempat dibawa oleh tersangka Shane Lukas pergi ketika kasus itu masih ditangani di Polsek Pesanggrahan. Menurut informasi, Shane hendak menjemput saksi yang merupakan tante dari pelaku anak, AG (15).
"Dia langsung ke luar bawa mobil, mobil yang bro DEN (plat nomor)," kata Rustam dalam video yang diunggah YouTube Cokro TV pada Kamis (2/3/2023).
Kemudian, Rustam melihat dengan menggunakan mata kepalanya sendiri kalau mobil Rubicon itu dikembalikan ke Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan oleh AG. Padahal AG dianggap belum cukup umur untuk mengendarai mobil.
"Pada saat mobil balik, kita ada (di Polres). (yang nyetir) Agnes malah, saya yang lihat langsung," ujarnya.
"Dipanggil (polisi), jadi dia bersama ada perempuan yang informasinya itu tantenya," tambah Rustam.
Sebelumnya, sempat terungkap kalau mobil Rubicon yang diamankan ternyata menghilang dari Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun dikarenakan kasusnya viral, mobil Rubicon itu tetiba sudah ada di halaman parkir Polsek Pesanggrahan.
Plat nomor mobil Rubicon hitam itu juga berubah yang awalnya B 120 DEN menjadi B 2571 PBP.
Baca Juga: Tak Ingin Maafkan Mario Dandy, Mahfud MD Gebrak Meja di Hadapan Merry Riana
Tag
Berita Terkait
-
Tak Ingin Maafkan Mario Dandy, Mahfud MD Gebrak Meja di Hadapan Merry Riana
-
Ini Pengertian 'Anak yang Berkonflik dengan Hukum' dalam Status Agnes Gracia di Kasus Peganiayaan Mario Dandy
-
KPK Menyatakan Benar, Pemilik Nama di STNK Jeep Wrangler Rubicon yang Dipakai Anak Rafael Alun Trisambodo Bekerja sebagai Cleaning Service
-
Pemilik Rubicon Mario Dandy Ternyata Cleaning Service: Buat Nyambung Hidup, Ahmad Saefudin Masih Ketolong Kiriman Bansos
-
AG Pacar Mario Dandy Diduga Selingkuh dari David, Diputusin Gegara Ketahuan Tidur Bareng Kianu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT