Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta bantuan warganet dan awak media untuk mencari informasi serta mengungkapkan harta kekayaan pejabat negara yang tak wajar.
Pihak KPK ingin netizen memviralkan mengenai kekayaan tak lazim tersebut layaknya kasus Rafael Alun.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Bukan tanpa sebab, Alexander berharap agar tak banyak pejabat yang melakukan tindak pidana dengan cara seperti itu.
"Coba teman-teman wartawan dan netizen kalau itu bisa melacak aset para pejabat penyelenggara negara, kemudian viralkan. Sehingga apa? Banyak yang gerak. Itu kan juga salah satu dorongan supaya pejabat tidak bertindak macam-macam," ucap Alenxander, seperti dikutip Suara Bestie dari Presisi.co, jaringan Suara.com pada Sabtu (4/3/2023).
Alexander mengatakan bahwa harta kekayaan yang tak sesuai itu ketika jumlah harta disandingkan dengan profil, gaji, dan jabatan pejabat negara dalam LHKPN.
Tak hanya meminta bantuan untuk memviralkan, Alexander juga meminta kerja sama pers dan masyarakat dalam membongkar aset-aset pejabat negara lainnya.
"Di satu sisi bagus ini kan, teman-teman wartawan dan netizen banyak mengungkap aset-aset yang bersangkutan. Tapi saya bilang jangan berhenti di yang bersangkutan. Banyak pejabat kita yang berperilaku demikian," tambahnya.
Menyinggung kasus Rafel Alun yang pertama kali viral di media sosial Twitter, saat ini Rafel sendiri tengah menjalani klarifikasi oleh Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan (PP) Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di sisi lain, warganet justru heran dengan permintaan Alexander. Tak sedikit warganet yang mempertanyakan tugas dan kinerja pegawai KPK jika warganet bertugas untuk mencari informasi.
Baca Juga: Dahsyatnya Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 6 Jam Api Baru Padam, Ribuan Warga Mengungsi
"Terus kerjanya ngapain pegawai KPK, cuma pindah tidur dan nunggu slip gaji keluar kah?" tulis akun @s*****_**
"Kurangi gaji pejabat lah, kasih tunjangan ke netizen. Netizen itu intel sesungguhnya, kok maunya gratisan pak. Terus kalian kerjanya apa?" komentar @a**********
"Jadi tugas asli KPK ngapain? Kalau nggak bisa nyelidikin ya bubarin aja sih daripada makan gaji tapi nggak kerja," tambah @h*************_
"KPK bukannya dulu nggak mau diganggu ya kok sekarang minta bantuan. Kalau tidak sanggup jadi anggota KPK mundur pak, masa iya kita yang bekerja situ yang dapet gaji, tunjangan, dan fasilitas," sahut @v**************
"Berani bayar berapa, apa kami harus naik yang jadi KPK," timpal @__r**_****
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Terjadi Lagi, Gajah Mati Ditemukan di TNTN: Diduga Akibat Infeksi Terkena Jerat
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini