Ferdy Sambo divonis dengan hukuman mati oleh hakim dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Belakangan, beredar kabar bahwa Ferdy Sambo telah dieksekusi mati dan terdapat video detik-detik hukuman mati tersebut diterima olehnya.
Kabar itu sendiri dibagikan melalui video oleh kanal YouTube Model Three pada 19 Februari 2023.
Video itu memiliki judul berbunyi, "Tepat Malam Ini!! Detik Detik Ferdy Sambo Dieksekusi, Pesan Terakhir Sambo Sebelum Di Eksekusi Mati?" dan memiliki thumbnail yag memperlihatkan proses eksekusi mati seseorang yang diikat di papan.
Tak hanya itu, thumbnail tersebut memiliki keterangan "Eksekusi Mati Ferdy Sambo" dengan anak panah menunjuk pada gambar orang yang diikat tersebut.
Penonton juga dapat melihat foto makam dengan karangan bunga dan para saksi yang melihat di sekitar kuburan tersebut.
Pada bagian bawah terdapat keterangan breaking news dan menjelaskan tentang hal serupa di judul video.
Telah ditonton sebanyak 16.000 penayangan, lantas benarkah klaim Ferdy Sambo telah dieksekusi mati beserta pesan terakhirnya?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 7 detik tersebut, tidak ada pernyataan yang menyebut jika Ferdy Sambo telah dieksekusi mati.
Baca Juga: Kabar Terbaru David Ozora: Sudah Ada Perkembangan Meski Belum Pulih
Video itu bukan berisikan detik-detik hukuman mati Ferdy Sambo, tetapi perjalanan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Dalam video tersebut bahkan tidak ada satu pun cuplikan terkait eksekusi mati Ferdy Sambo. Narator hanya memberikan informasi berapa hari waktu yang dimiliki Ferdy Sambo untuk mengajukan upaya hukum ke pengadilan yang lebih tinggi atau pengajuan banding.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar detik-detik Ferdy Sambo dihukum mati adalah berita palsu atau hoaks.
Video itu dapat dikategorikan sebagai konten yang dimanipulasi dan menyesatkan karena hingga saat ini, Ferdy Sambo masih hidup dan ditahan di Mako Brimob, Depok.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
WN Korea Ditangkap di Soekarno-Hatta, Coba Selundupkan 8 Biawak Langka ke Seoul
-
Wali Kota Ingin Cepat Bangun Jembatan Siak V dan Jalan Lingkar Pekanbaru
-
Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
Vladimir Putin Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI, Singgung Hubungan Terkini Moskow dan Jakarta
-
Detik-detik Gempa Mengguncang Saat Upacara HUT RI di Ende, Peserta Berhamburan Selamatkan Diri
-
Istana ke Rakyat: Pidato Prabowo soal Susanah Pengupas Bawang Jangan 'Digoreng'
-
Kain Majun untuk Apa? Kenali Beragam Jenis dan Fungsinya
-
Dulu Laku 10 Dus Kini Sepi, Pedagang Asongan di Monas Curhat: Merdeka Tapi Bingung