/
Senin, 20 Maret 2023 | 16:17 WIB
Sapardi Djoko Damono ((Instagram/@Damonosapardi))

Nama Sapardi Djoko Damono sebagai pujangga Indonesia serta karyanya yang elok menguar kembali bersama kemunculannya di Google doodle.

Hari ini, Senin (20/3/2023) Google doodle Indonesia menampilkan sosok  Prof Dr Sapardi Djoko Damono, lengkap dengan kacamata serta topi pet khasnya. Lantas ada suasana hujan yang sangat asosiatif dengan salah satu puisi terkenal karyanya: Hujan Bulan Juni.

Mungkin saja di antara keluarga Pembaca sekalian ada yang akrab dengan musikalisasi puisi ini, yang dibawakan oleh duo Folk AriReda. Untaian kata-kata sederhana yang dirangkai Eyang Sapardi Djoko Damono terdengar semakin dalam maknanya saat dinyanyikan oleh Reda Gaudiamo, serta diiringi petikan gitar mendiang Ari Malibu.

Tak ada yang lebih tabah/Dari hujan bulan Juni/Dirahasiakannya rintik rindunya/Kepada pohon berbunga itu/Tak ada yang lebih bijak/Dari hujan bulan Juni/Dihapusnya jejak-jejak kakinya/Yang ragu-ragu di jalan itu ... demikian antara lain bunyinya.

Hari ini, Senin (20/3/2023) adalah hari ulang tahun Eyang Sapardi Djoko Damono yang lahir di Surakarta, 20 March 1940 dan meninggal dunia di Tangerang Selatan, 19 Juli 2020 dalam usia 80 tahun.

Dikutip dari berbagai sumber, Eyang Sapardi Djoko Damono memiliki latar belakang akademis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di bidang literatur. Masa kecilnya diwarnai menggali karya pujangga nasional Pramoedya Ananta Toer, dan R.A Kosasih serta mancanegara seperti Karl May, serta William Saroyan.

Setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada, beliau mengajar di beberapa kampus, antara lain Madiun, Solo, serta Universitas Diponegoro, Semarang. Kemudian pindah ke Amerika Serikat beberapa saat, lantas sepulangnya menjadi anggota tetap departemen literatur. Pada 1989 mendapatkan gelar doktorat dari Universitas Indonesia, serta menjadi profesor penuh pada 1994.

Salah satu bukunya, Hujan Bulan Juni terbit pada 1994, berisikan 95 puisi, ditulisnya kurun 1964 hingga 1992. Termasuk yang dibuat saat kuliah di University of Hawaii di Honolulu, Amerika Serikat di awal 1970-an. Dan disebut-sebut sebagai hits paling keren dari karya-karyanya.

Beberapa penghargaan yang diterima Sapardi Djoko Damono adalah The Putera Poetry Award (1983), The Jakarta Arts Council Literary Award (1984),  The SEA Write Award (1986), The Achmad Bakrie Award for Literature (2003), dan The Akademi Jakarta Award (2012).

Selamat ulang tahun, Eyang Sapardi Djoko Damono. Juga ikut mengucapkan selamat jalan kepada Ari Malibu yang berpulang pada 2018.

Load More