Nikita Mirzani berang lantaran Dito Mahendra belum juga ditangkap pihak kepolisian atas kasus dugaan kepemilikan 15 senjata api.
Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah 15 senjata api saat sedang melakukan penggeledahan di kediaman Dito Mahendra.
Kini, pihak kepolisian pun masih terus mendalami terkait kasus penemuan belasan senjata api tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Nikita Mirzani merasa bahwa aparat begitu lambat dalam mengusut kasus penemuan 15 senjata api di rumah Dito Mahendra.
"Bapak-bapak Kepolisian Republik Indonesia. Itu Dito Mahendra gembrot punya 15 senjata api yang nggak jelas asal-usulnya dari mana. Kenapa nggak ditangkap-tangkap, nggak dipenjara-penjara," kata Nikita seperti dikutip melalui unggahan Instagram Story-nya @nikitamirzanimawardi_172 pada Selasa (21/3/2023).
Ia lantas membandingkan kasus Dito Mahendra dengan insiden di mana dirinya ditangkap oleh pihak Kepolisian Serang Kota.
"Saya nggak punya senjata api, Pak. Saya cuma punya teti dua aja sebagai bazoka tapi langsung ditangkap sama Kepolisian Serang Kota. Tidak adil ini," ungkap Nikita.
Wanita kelahiran 1986 ini turut mempertanyakan hal yang masih didalami kepolisian terkait penemuan belasan senjata api yang diduga bodong tersebut.
"Emang apa lagi yang mau didalami bapak-bapak aparatur negara Kepolisian Republik Indonesia. Dari 15 senjata api yang ditemukan di rumah Dito Mahendra gembrot itu yang nggak jelas asal-usulnya dari mana, apa lagi yang mau didalami," ujar Nikita.
Baca Juga: Sandhy Sondoro Sajikan Musik Rakyat di Lagu Terbaru, Yang Penting Cuan
"Mau didalami sedalam apa, Pak? sedalam rahim war wer wor. Atau sedalam apa Pak? Sedalam samudra. Sedalam rasa cintaku padamu yang dilendes. Gimana sih Pak? Jangan bertele-tele, pusing," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Minta Kapolri Segera Menahan Dito Mahendra, Buntut Kepemilikan 15 Senpi: Dia Bestinya Sambo
-
Buntut Istri Pamer Harta, Kepala BPN Jakarta Timur Sudarman Harjasaputra Penuhi Panggilan KPK
-
Datang ke KPK Bersama Istri untuk Klarifikasi Harta, Kepala BPN Jaktim Sebut Pasangannya Punya Dua Mobil Sebelum Menikah
-
Minta Rafael Alun Trisambodo Tak Kabur ke Luar Negeri, KPK: Hadapi Saja Prosesnya
-
Kepala BPN Jaktim Sudarman dan Istri Penuhi Klarifikasi KPK Soal Harta Kekayaan
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Hoki Besar Hari Ini, 4 Shio Diprediksi Panen Cuan pada 13 Mei 2026
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Melihat Penyulaman Kiswah Kabah di Kota Makkah
-
Bapak-Bapak Wajib Tahu! 7 Daftar Sepeda Budget Pelajar Kualitas Juara untuk Olahraga Pagi
-
5 Sepatu Lari Lokal yang Paling Sering Muncul di FYP TikTok Mei 2026, Nomor 3 Paling Viral
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo
-
ASN Kemenkumham Sumsel Meninggal Mendadak di Kos Palembang, Sempat Minta Diantar Pulang
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable