/
Rabu, 22 Maret 2023 | 17:48 WIB
CEK FAKTA: Rumah Mewah Ganjar Disita KPK, Buntut Terlibat dalam Kasus Sri Mulyani (YouTube/CCTV POLITIK)

Rumah mewah milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikabarkan disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini disebut menjadi buntut dari keterlibatan Ganjar dalam kasus Sri Mulyani.

Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube CCTV POLITIK pada Selasa (22/3/2023).

Dalam unggahannya, kanal YouTube yang kini telah memiliki lebih dari 23 ribu subscriber ini menuliskan judul sebagai berikut, "TERLIBAT KASUS 300T SRI MULYANI !! RUMAH MEWAH GANJ4R DISITA KPK || BERITA TERKINI".

Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan serupa, "Temukan bukti kuat... RUMAH MEWAH GANJ4R DISEGEL. KPK PASTIKAN ALIRAN DANA 300 T MASUK KANTONG PRIBADI".

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim rumah mewah Ganjar disita KPK adalah tidak benar.

Pasalnya, dalam unggahan berdurasi 8 menit 4 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul dan thumbnail video.

Tayangan ini justru berisi beberapa potong video berbeda-beda yang diedit menjadi satu. Salah satunya tayangan kanal YouTube milik Rocky Gerung.

Baca Juga: Gegara Tertutup Awan Mendung, Hilal 1 Ramadhan 1444 Hijriah di Papua Tak Terlihat

Selain itu, narator dalam video ini juga hanya mengulas soal majunya Anies Baswedan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim rumah mewah Ganjar disita KPK akibat ikut terseret dalam kasus Rp300 triliun Sri Mulyani.

Simpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar rumah mewah milik Ganjar disita KPK adalah keliru.

Informasi yang disebarkan kanal YouTube CCTV POLITIK tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More