/
Kamis, 30 Maret 2023 | 07:11 WIB
Anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2023-2027, Arya Sinulingga berharap Indonesia tak dihukum FIFA meski gagal gelar Piala Dunia U-20. ([Antara])

Ketidakmampuan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 menjadi alasan FIFA mencabut nama Indonesia.

Tidak mampu. Mohon perhatikan kalimat ini baik-baik, karena Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA menjadikan kata ini saat mengambil keputusan mencoret nama Indonesia sebagai lokasi drawing atau pengundian grup peserta sekaligus lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023.

Awalnya, drawing Piala Dunia U-20 2023 akan berlangsung di Bali pada 30 Maret. Kemudian pelaksanaan sekira Mei-Juni di beberapa stadion di negara kita. Bukan keinginan atau permintaan FIFA untuk kegiatan internasional ini, karena Indonesia sendiri yang mencalonkan diri. Kemudian saat mengetahui tim nasional atau Timnas Israel masuk dalam kualifikasi sontak muncul keberatan dari beberapa pemimpin daerah di Tanah Air.

Dikutip dari kanal Bola Suara.com, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI menyatakan pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyatakan alasan FIFA mengambil keputusan ini. Yaitu karena Indonesia dianggap tidak mampu.

Padahal, menilik kembali mengapa Indonesia bisa mendapatkan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dan drawing adalah FIFA menunjuk negara kita setelah memenangkan bidding pada 2019. Atau dengan kata lain kita sendiri yang mengajukan, bukan semata-mata ditunjuk FIFA.

Sehingga status tuan rumah Indonesia dicabut karena dianggap tidak bisa menjalankan tugas yang diberikan setelah melakukan bidding atau pencalonan diri.

"Karena kita tahu bahwa FIFA itu menganut yang namanya nondiskriminatif dan kita tak bisa melaksanakan itu. Sementara kita bersedia untuk jadi tuan rumah," demikian disampaikan Arya Sinulingga dalam keterangan sebagaimana diterima Suara.com, Rabu (29/3/2023).

Perlu digarisbawahi pula, pencabutan status sebagai tuan rumah tidak semata-mata pencoretan semata dari FIFA. Akan tetapi ada konsekuensi yang mesti diterima. Yaitu sanksi yang bisa dijatuhkan kepada PSSI.

"Kemungkinannya sangat berat. Kami bisa saja dibanned FIFA, itu paling berat. Jadi ini situasinya bagi kita," jelas wakil PSSI ini.

Load More