/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 09:10 WIB
Kolase Foto Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Gubernur Bali Wayan Koster. (Suara.com)

Nama I Wayan Koster dan Ganjar Pranowo dicoret pemerintah pusat karena urusan bola yang bikin patah hati para pencinta olah raga dan sportivitas.

Pekan ini, nama dua gubernur Indonesia, I Wayan Koster untuk Provinsi Bali, dan Ganjar Pranowo untuk Jawa Tengah trending di lini masa media sosial. Topik yang diangkat, dua pemimpin daerah ini menolak kehadiran Tim Nasional atau Timnas Israel secara khusus, dan secara umum atau tidak langsung berarti sama dengan menggagalkan kehadiran drawing dan pertandingan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.

Dikutip dari SuaraDenpasar.id yang menyimak kanal YouTube Timnas Tiap Hari (30/3/2023), terbetik kabar dilakukan pencopotan jabatan dua gubernur ini. Dalam unggahan video itu dinarasikan "Ganjar & I Wayan Koster Dicopot Dari Jabatannya Imbas Gagalkan Piala Dunia U-20 Jadi Tuntutan Saya".

Video yang tembus disimak penonton 74.245 kali itu, dalam durasi 4 menit 3 detik saja mengungkapkan kabar tentang Gubernur Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster dengan keterangan thumbnail, "Melalui Presiden Jokowi, Copot Jabatan Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster, karena jadi penyebab gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, jadi tuntutan saya".

Bagaimanakah kebenaran tayangan satu ini?

CEK FAKTA

Penelusuran fakta dilakukan tim Suara Denpasar dan tidak ada kabar seperti disampaikan narator kanal YouTube Timnas Tiap Hari. Yaitu soal pencopotan jabatan, baik Ganjar Pranowo maupun I Wayan Koster. Akan tetapi hanya berita mengenai usaha Erick Thohir sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI yang berusaha melobi FIFA terkait penolakan Timnas Israel hadir untuk drawing dan bermain di  Indonesia.

Dan disimak pula dari laman Instagram @ganjar_pranowo, tidak diketemukan pernyataan jabatan yang diembannya dicopot oleh Presiden Joko Widodo.

KESIMPULAN

Berita yang dinarasikan oleh kanal YouTube Timnas Tiap Hari ini tidak mengandung kebenaran atau masuk kategori hoax. Link https://www.youtube.com/watch?v=9HFickbaXBc tidak berisi kebenaran berita.

Load More