/
Sabtu, 01 April 2023 | 09:58 WIB
Cek fakta ayah Brigadir J ditahan usai hina Kapolri. ([YouTube/iNews ToDay])

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, dikabarkan ditahan di penjara setelah menghina Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube iNews ToDay dengan judul video yang diunggah berbunyi, "Miris! Resmi Jadi Tersangka, Ayah Brigadir J Ditahan Usai Hina Kapolri Listyo Sigit Prabowo".

Keterangan serupa juga terlihat pada thumbnail video dengan narasi "Mengejutkan! Ayah Brigadir J Berakhir Mengenaskan Dipenjara Usai Hina Kapolri Listyo Sigit Prabowo".

Thumbnail juga memperlihatkan foto ayah Brigadir J di balik jeruji besi dengan beberapa anggota kepolisian menatap ke arahnya.

Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 56.000 penayangan. Lalu, benarkah ayah Brigadir J dipenjara setelah menghina Kapolri Listyo Sigit Prabowo?

CEK FAKTA:

Setelah menonton video berdurasi 2 menit 15 detik tersebut, tidak ada pernyataan resmi ataupun bukti valid yang dapat membuktikan bahwa ayah Brigadir J ditahan usai menghina Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Alih-alih menjelaskan tentang ayah Brigadir J, narator dalam video tersebut justru memberikan informasi terkait Richard Eliezer atau Bharada E.

Narator menyampaikan informasi tentang hasil sidang pengadilan yang memutuskan Bharada E tetap dipertahankan sebagai anggota Polri.

Baca Juga: FIFA Diam Seribu Bahasa Soal Aksi Brutal Israel di Laga Sepak Bola Palestina, Standar Ganda?

Dalam penelusuran media sosial Polri ataupun akun Instagram adik kandung Brigadir J, tidak ditemukan bukti atau kabar serupa seperti yang tertera pada judul video.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka disimpulkan bahwa kabar ayah Brigadir J ditahan setelah menghina Kapolri Listyo Sigit Prabowo adalah berita palsu atau hoaks.

Tidak ada keselarasan antara judul dan isi video. Pengunggah berusaha menggiring opini dengan mengedit foto pada thumbnail.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More