/
Senin, 03 April 2023 | 11:27 WIB
Ilustrasi dua wanita tertawa. (Pexels/Elle Hughes)

Puasa Ramadhan kerap diidentikkan dengan kewajiban umat Islam untuk menahan rasa lapar dan haus. Padahal ada sejumlah hal lain yang bisa menggugurkan hingga mengurangi pahala dari puasa Ramadhan itu sendiri.

Namun tahukah Anda jika tertawa keras juga termasuk di antaranya? Hal inilah yang dibahas oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Dikutip dari linimasa.suara.com, Nasaruddin rupanya menganjurkan agar umat Islam tidak tertawa terbahak-bahak khususnya selama berpuasa di bulan Ramadhan.

"Puasakan juga mulut kita untuk tidak bicara hal negatif orang lain, berbohong dan tertawa terbahak-bahak karena itu semua mengurangi pahala bahkan menggerogoti pahala puasa," terang Nasaruddin, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (3/4/2023).

Disampaikan lebih lanjut dalam webinar Ramadhan 2023 dengan tema "Pesan Utama Adanya Ramadhan bagi Umatnya", Nasaruddin menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW pernah menegur orang-orang dalam sebuah kelompok yang tertawa terbahak-bahak.

Kisah ini pernah diungkapkan oleh Imam Abu Laits As-Samarqndi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin.

Kala itu Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ingatlah demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis."

Nasaruddin lantas menjelaskan, menurut hadis Nabi Muhammad SAW tersebut, orang yang suka tertawa lebar bisa dicabut berkah wajahnya oleh Allah SWT.

Tawa keras rupanya dapat membuat pahala kita berkurang, termasuk ketika menjalani puasa Ramadhan. "Saya mengingatkan kepada kita semua, hati-hati," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Cara Translate Basa Sunda Alus ke Indonesia dengan Mudah Tanpa Aplikasi

Nasaruddin juga menyarankan agar umat Islam menghindari pertemuan yang bisa memancing kita tertawa terbahak-bahak, terutama pada malam hari.

Ketimbang menghadiri pertemuan seperti itu, Nasaruddin menyarankan umat Islam untuk mengisi malam dengan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Diingatkan olehnya, air mata taubat adalah salah satu dari tiga jenis air mata yang tidak akan tersentuh api neraka.

"Di malam hari itu, kita mestinya mengoreksi diri, betapa banyak dosa yang kita lakukan, betapa sedikit amal yang kita kumpulkan pada perjalanan menuju akhirat," tegas Nasaruddin.

Bukan hanya bertaubat, Nasaruddin juga mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah karena pahalanya dilipatgandakan selama bulan Ramadhan.

Tidak hanya ibadah wajib seperti salat, puasa, dan zakat, Nasaruddin menganjurkan umat Islam menjalani ibadah sunnah seperti salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib, lalu salat tarawih, witir, dan tahajud.

Load More