Suara.com - Basa Sunda menjadi bahasa daerah yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, seiring hal tersebut banyak pula orang yang ingin mengartikan Basa Sunda.
Saat ini, terdapat berbagai cara translate Sunda ke Indonesia yang bisa dilakukan, salah satunya adalah melalui website secara online.
Salah satu website yang menyediakan alat translate Basa Sunda ke Indonesia adalah Good Doctor.
Di situs Good Doctor, tersedia berbagai jenis bahasa yang bisa di translate ke Bahasa Indonesia, termasuk Basa Sunda.
Anda juga bisa menerjemahkan Basa Sunda pada berbagai tingkatan atau undak-unduk basa.
Mengenal Undak-unduk Basa Sunda
Sebelum membahas bagaimana cara untuk mentranslate Basa Sunda Alus ke Bahasa Indonesia, perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja tingkatan bahasa yang ada dalam Basa Sunda.
Seperti halnya dalam Basa Jawa, yang memiliki tingkatan bahasa yakni Ngoko, Ngoko Lugu, Krama Lugu, dan Krama Alus, Basa Sunda juga memiliki tingkatan bahasa yakni Basa Sunda Kasar, Basa Sunda Loma dan Basa Sunda Alus.
Ketiga tingkatan bahasa tersebut biasanya dikelompokkan lagi menjadi dua tingkatan yakni Basa Sunda Formal dan Basa Sunda Informal dalam percakapan sehari-harinya.
Baca Juga: Kongres Bahasa Daerah Budaya Melayu Betawi Dibuka
Tingkatan Basa Sunda Formal merupakan Basa Sunda Alus yang umumnya digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan orang yang belum akrab, karena bahasa ini merupakan bahasa yang sopan.
Sementara tingkatan Basa Sunda Informal merupakan Basa Sunda Loma dan Basa Sunda Kasar yang pada umumnya digunakan untuk berbicara dengan orang yang seumuran atau yang sudah akrab seperti teman atau sahabat.
Undak-unduk Basa Sunda tersebut penting untuk diketahui agar tidak salah paham dan tepat dalam menggunakan Basa Sunda.
Cara Translate Basa Sunda Alus ke Indonesia dengan Mudah
Basa Sunda Alus atau Basa Sunda Formal menjadi tingkatan bahasa dari Basa Sunda yang wajib dipelajari, ketika ingin berbicara menggunakan Basa Sunda dengan orang yang lebih tua atau yang belum akrab.
Bagi sebagian orang, Basa Sunda Alus dianggap susah untuk dipelajari atau dihafalkan.
Berita Terkait
-
Kemendikbudristek Bakal Revitalisasi 71 Bahasa Daerah di 25 Provinsi Indonesia
-
Lestarikan Lagu Daerah, Arie Kriting: Hampir Sudah Tidak Ada
-
Dari Bahasa Komering Hingga Palembang, Ini 6 Bahasa Daerah Sumsel Direvitalisasi
-
Miris, Lima Bahasa Asli di Daerah Maluku Punah
-
Banyak Belum Tahu, Andi Sudirman Sebut 14 Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Forum UNESCO
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!