/
Jum'at, 07 April 2023 | 13:49 WIB
Cek fakta Devano Danendra sujud di kaki Iis Dahlia. ([YouTube/Vemi Liar])

Nama putra Iis Dahlia, Devano Danendra belakangan tengah menjadi perbincangan publik setelah fotonya mengenakan kalung berbentuk salib beredar di media sosial. 

Karena hal itu, Devano Danendra diisukan pindah agama hingga dibaptis oleh pendeta. Belakangan, bahkan beredar kabar Iis Dahlia tak sudi berikan maaf kepada anaknya ketika Devano sujud di kakinya usai dibaptis.

Kabar itu dibagikan oleh kanal YouTube Vemi Liar dengan mengunggah video berjudul "Sujud di Kaki Iis Dahlia, Devano Dapatkan Perlakuan Kasar, Hingga Iis Dahlia Menangis?".

Tak hanya itu, narasi dalam thumbnail pun berbunyi, "Ayah Devano Akui Sangat Kecewa. Sadis!! Usai Dibaptis Devano Sujud di Kaki Iis Dahlia, Isdah Akui Jijik hingga Ogah Berikan Maaf Pada Putranya".

Pada thumbnail juga terlihat foto Iis Dahlia dan sang suami serta Devano Danendra di mana mereka tengah berada di gereja.

Saat ini, video tersebut sudah ditonton sebanyak lebih dari 33.000 penayangan. Namun, benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA:

Setelah menonton video berdurasi 3 menit 36 detik tersebut, informasi yang diberikan adalah salah. Tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi bahwa Devano Danendra dibaptis, apalagi kabar sang putra sujud di kaki ibunya.

Narator dalam video tersebut memberikan informasi terkait isu Devano Danendra yang dirumorkan pindah agama. 

Baca Juga: Terus Digembleng Jelang SEA Games, Indra Sjafri Matangkan Taktikal Timnas Indonesia U-22

Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid yang memperlihatkan Devano Danendra sujud di kaki Iis Dahlia dan mendapatkan perlakuan kasar.

Pengunggah video tersebut sengaja mengedit foto dalam thumbnail dan menulis judul yang dapat menggiring opini publik. Tidak ada keselarasan antara judul dan isi video.

Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Devano Danendra sujud di kaki Iis Dahlia setelah dibaptis merupakan berita palsu atau hoaks.

Video tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Load More