/
Senin, 10 April 2023 | 09:40 WIB
Cek fakta Iis Dahlia dikabarkan mengadopsi anak. ([YouTube/Hai Infotainment])

Hubungan Devano Danendra dengan sang ibu, Iis Dahlia, saat ini tengah menjadi sorotan warganet. Pasalnya, Devano diisukan pindah agama setelah mengenakan kalung berbentuk salib.

Belakangan, dikabarkan bahwa Iis Dahlia telah melupakan Devano Danendra karena tak sudi memiliki anak murtad dan memutuskan untuk mengadopsi seorang bayi.

Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube Hai Infotainment dengan mengunggah sebuah video berjudul "TAK SUDI PUNYA ANAK MURTAD IIS DAHLIA PUTUSKAN ADOPSI ANAK LAGI MELUPAKAN DEVANO".

Keterangan dalam thumbnail juga tak jauh berbeda. Tampak foto Iis Dahlia dan Devano Danendra pada thumbnail. Tak hanya itu, terlihat pula potret sepasang suami istri yang tengah merawat bayi.

Video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 16.000 penayangan. Tetapi, benarkah Iis Dahlia dan suami memutuskan untuk adopsi bayi karena tak sudi Devano pindah agama?

CEK FAKTA:

Informasi bahwa Devano Danendra murtad merupakan salah. Apalagi dengan kabar Iis Dahlia mengadopsi anak yang merupakan berita tidak benar. 

Dalam video berdurasi 3 menit 15 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi bahwa Iis Dahlia mengadopsi anak karena tak sudi Devano Danendra pindah agama.

Iis Dahlia sendiri telah menepis tudingan bahwa putranya pindah agama. Hingga akhir video, tidak ada penjelasan valid terkait klaim dalam rekaman tersebut.

Baca Juga: Penyebab Persib Sulit Kembangkan Permainan saat Dibantai Persita 0-4

Pengunggah video sengaja mengedit foto dalam thumbnail dan menulis judul yang dapat menggiring opini publik.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Iis Dahlia mengadopsi anak ataupun Devano Danendra murtad merupakan berita palsu atau hoaks.

Video tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More