/
Kamis, 13 April 2023 | 08:11 WIB
CEK FAKTA: Timnas Israel mendapatkan sanksi berat FIFA? ([screenshot YouTube].)

Alih-alih punya rasa empati terhadap kejadian dalam negeri, video ini malah memanfaatkannya untuk tujuan lain.

Kembali situasi dicabutnya Indonesia sebagai host atau tuan rumah Piala Dunia U-20 menjadi latar belakang pembuatan video ini.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, beredar video dari kanal YouTube dengan materi diunggah akun bernama Dafa Bola. Judulnya "RESMI!FIFA SANKSI BERAT ISRAEL" dan catcher "FIFA CORET ISRAEL DIPIALA DUNIA U20 DAN DIBANNED HINGGA TAHUN YANG DITENTUKAN". Disertai narasi INI BARU ADIL – FIFA RESMI BERIKAN SANKSI BERAT KE TIMNAS ISRAEL.

Dalam narasinya ditampilkan Presiden FIFA Gianni Infantino disertai subtitle berbahasa Indonesia yang menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA resmi memberikan sanksi berat kepada Tim Nasional alias Timnas Israel.

PENJELASAN

Faktanya, video berisi ucapan belasungkawa dari Presiden FIFA Gianni Infantino atas terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menelan korban jiwa 135 orang.

Alih-alih menaruh rasa simpati terhadap tragedi sepak bola di negeri sendiri, pengunggah dan pembuat video menggunakan footage duka cita atau bela sungkawa untuk keperluannya sendiri.

Subtitle yang ditampilkan sama sekali tidak sesuai dengan pernyataan yang dikatakan Presiden FIFA.

Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut identik dengan video unggahan KOMPASTV berjudul "Presiden FIFA soal Tragedi Kanjuruhan: Kejadian Tragis, Hari yang Kelam Bagi Sepak Bola" yang diunggah pada 3 Oktober 2022.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan TADI, klaim bahwa FIFA resmi memberikan sanksi berat kepada Timnas Israel tidak terbukti sama sekali.

Konten termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More