Siapa yang jadwal buka puasa bersamanya sudah padat sampai menjelang lebaran? Apalagi untuk Anda yang sudah kembali ke kampung halaman dan mungkin menjadwalkan untuk buka bersama teman-teman kecil, pasti jadwalnya lebih padat lagi, bukan?
Namun tahukah Anda, ada dosa-dosa tersembunyi dalam pelaksanaan bukber? Hal inilah yang diwanti-wanti oleh Buya Yahya, sebab bukber malah menjadi ladang maksiat yang merugikan Anda.
Dikutip dari Suara.com, Buya Yahya menerangkan beberapa hal yang menjadi dosa tersembunyi saat bukber. Seperti peserta bukber yang jadi melewatkan salat maghrib dan bahkan salat tarawih.
"Salat berjemaah maghrib dilupakan, karena sibuk urusan makan sehingga tidak peduli urusan jemaah maghrib," terang Buya Yahya.
"Kemudian setelah itu, tarawihnya pun hilang karena mungkin perjalanan yang jauh," sambungnya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (13/4/2023).
Lalu dosa tersembunyi lain dalam pelaksanaan bukber adalah para pesertanya yang berbaur satu sama lain, tanpa ada sekat antara putra dan putri. Ini bisa menjadi pemicu kemaksiatan yang berujung merugikan kaum Muslim.
Meski begitu, Buya Yahya tidak melarang Anda mengikuti bukber, apalagi karena baik untuk mengeratkan tali silaturahmi .
Namun Buya Yahya sangat menganjurkan untuk mengikuti bukber sesuai syariat Islam, sehingga buka puasa bersama yang diselenggarakan tetap mendatangkan pahala untuk Anda.
Seperti misalnya dengan mengadakan salat maghrib berjemaah, berzikir, makan malam bersama, lalu diikuti dengan salat isya dan tarawih berjemaah.
Baca Juga: Apa Hukumnya Bayar Zakat Fitrah Secara Online? Buya Yahya: Jangan Gaya...
"Jangan sampai setelah buka bersama, hilang itu semuanya," tegas pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah tersebut.
Buya Yahya menerangkan, hanya ada satu cara untuk menghindari dosa tersembunyi dalam acara bukber, yakni Anda perlu memiliki kepekaan dan merindukan pahala Allah SWT.
Sebab hanya dengan cara itulah Anda tersadar dan mampu mencegah melakukan dosa-dosa tersembunyi dalam acara bukber yang dapat mengikis pahala.
Bukan hanya itu, Buya Yahya juga menganjurkan agar agenda bukber dilengkapi dengan fasilitas untuk beribadah terutama salat berjemaah. Dengan demikian, pahala ibadah puasa Ramadhan Anda seharian tidak akan berakhir sia-sia.
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Tempat Bukber di Surabaya, Ada All You Can Eat Jepang
-
Ramadhan Jadi Momen Berbagi Untuk Anak Yatim, Ternyata Ini Pahalanya
-
5 Aturan Waktu Bayar Zakat Fitrah, Dari Wajib Sampai Haram
-
Fokus Raih Pahala Allah, Ini Amalan Utama 10 Hari Terakhir Ramadhan
-
Idul Fitri Hari Jumat, Apa Perlu Sholat Jumat? Buya Yahya: Hal Seperti Ini Sering Ditanyakan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien