/
Minggu, 16 April 2023 | 11:57 WIB
Cek Fakta: Raffi dan Atta Halilintar Terseret Kasus Robot Treding ATG Wahyu Kenzo ((YouTube/Satelit Seleb))

Nama Atta Halilintar disebut terseret kasus robot trading ATG Wahyu Kenzo.

Terbaru, Atta Halilintar dijemput polisi terkait kasus robot trading ATG Wahyu Kenzo. 

Kabar ini beredar lewat video dari channel YouTube Satelit Seleb.

"Raffi dan Atta Halilintar Terseret Kasus Robot Treding ATG Wahyu Kenzo," tulis judul video tersebut.

Thumbnail memperlihatkan foto seseorang mengenakan baju tahanan dengan wajah Atta Halilintar, Aurel dan Ameena Hanna Nur Atta yang sedang menangis.

"Atta Dijemput Polisi Terlibat Robot Treding ATG Bawa Atta ke Penjara4," narasi thumbnail itu.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 4.600 kali.

Lantas, benarkah kabar tersebut?

CEK FAKTA

Baca Juga: Mengenal Nyelong Inga Simon, Sosok Perempuan Dayak Tradisional dan Juga Akademisi yang Jadi Ketua LPDN

Selesai tim Metro Suara melakukan penelusuran pada video berdurasi 2 menit 35 detik itu ada ketidaksesuaian antara thumbnail, judul, dan isi video.

Sejak awal video narator hanya menginformasikan tuntutan penyelidikan dari pengacara korban trading ATG Wahyu Kenzo terhadap beberapa artis yang diduga terlibat.

Hingga akhir, tidak ada informasi seputar Atta Halilintar diseret polisi karena kaus robot trading ATG Wahyu Kenzo.

KESIMPULAN

Dari deretan informasi di atas, video berjudul "Raffi dan Atta Halilintar Terseret Kasus Robot Treding ATG Wahyu Kenzo" adalah hoaks.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More