Mantan Presiden RI Jusuf Kalla menanggapi pertanyaan mana lebih enak antara periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Joko Widodo (Jokowi).
Pertanyaan ini dilontarkan oleh pengamat politik Adi Prayitno dalam salah satu acara yang videonya diunggah di kanal YouTube Metro TV.
"Pak JK ini kan jadi Wakil Presiden dua kali ya, zaman pak SBY dan pak Jokowi. Kalau diiris rata-rata lebih enak yang mana sebenarnya?" tanya Adi, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Senin (17/4/2023).
Ia awalnya menjawab kalau ternyata ada perbedaan model kerja dari dua pemimpin itu.
"Kalau waktu zaman SBY, saya dengan SBY sejak awal sudah ada perjanjian tertulis. Sebenarnya ibu Mega juga ngajak, cuma tidak bilang," sambung dia.
Ia menilai kalau kepemimpinan presiden yang dirasakannya itu bukan enak, justru berat karena fokus pada pekerjaan.
"Jadi bukan enaknya, beratnya justru. Ada ada fokus kita kerja, kalau pak Jokowi semuanya umum-umum, dan yang beratnya rapat terlalu banyak gitu kan," kenang dia.
Merasa belum puas, Adi kemudian menanyakan lagi lebih spesifik soal lebih enak zaman SBY atau Jokowi.
"Kalau dijawab hitam putih coba, lebih enak SBY atau lebih enak zaman Jokowi?" tanya Adi.
Sayang JK menjawab kalau hal itu adalah rahasia. Sebab ia enggan membahas soal sesuatu yang sudah terjadi.
"Itikad pejabat ada rahasianya, tidak boleh apa itu membicarakan sesuatu yang sudah terjadi," jelas JK.
Sebagaimana diketahui, JK pernah menjadi Wakil Presiden RI di era kepemimpinan SBY periode 2004-2009. Ia juga pernah jadi Wapres di bawah Presiden Jokowi periode 2014-2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik