/
Rabu, 19 April 2023 | 16:57 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla atau JK di sela-sela kunjungannya ke Phnom Penh, Kamboja, Senin (27/3/2023). (Tangkap layar)

Jusuf Kalla (JK) bercerita soal keluarnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Kabinet Megawati yang saat itu menjadi Presiden RI.

JK menjelaskan kalau SBY saat itu tidak dipecat dari kabinet tersebut, melainkan mengundurkan diri.

“SBY itu tidak dipecat, dia mengumumkan dia mundur,” kata JK dalam acara Q&A yang tayang di kanal YouTube Metro TV, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Rabu (19/4/2023).

Ia menyatakan, SBY tidak hadir di sidang kabinet memang bukan karena dipecat, tapi sedang melaksanakan konferensi pers soal pengunduran diri.

“Pada saat kita sidang kabinet, dia (SBY) tidak hadir, di luar dia bikin konferensi pers bahwa dia mundur,” lanjut JK yang pernah menjadi Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019.

Ia mengklaim kalau saat itu dirinya melihat Megawati yang menerima sebuah memo dari ajudannya. Di saat itu pula dirinya juga menerima kabar mundurnya SBY dari seorang wartawan.

“Saya lihat tiba-tiba Ibu Mega sedang dikasi memo oleh ajudannya, kemudian saya melihat di handphone saya, ada wartawan ‘pak, ini SBY mengumumkan mau keluar dari kabinet’,” kenang JK.

JK pun langsung mendatangi ke kantor SBY untuk memastikan apakah dirinya memang keluar dari kabinet Megawati.

SBY pun menjawab kalau meskipun dia sudah keluar, tapi ia bakal siap apabila JK membutuhkan bantuannya.

“Dia bilang ada kesempatan saya bantu, kalau dia (SBY) ada kesempatan tolong dibantu,” ucap JK yang menirukan pesan SBY.

Sebulan kemudian, JK kemudian ikut mengundurkan diri dari kabinet Megawati. SBY Mundur pada 11 Maret 2004, sedangkan JK keluar di 19 April 2004.

Setelah mereka mundur, keduanya pun maju sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. SBY-JK pun sukses menang dan menjadi pemimpin Indonesia di periode 2004-2009.


Load More