/
Selasa, 25 April 2023 | 13:45 WIB
Cek fakta Kuat Ma'ruf diduga menjadi biang kerok selama ini. ([YouTube/BENANG MERAH])

Kuat Ma'ruf merupakan ART Ferdy Sambo yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Belakangan ini, beredar kabar bahwa Kuat Maruf terbukti menjadi biang kerok dari masalah selama ini.

Kabar yang dibagikan oleh kanal YouTube BENANG MERAH itu menyebut bahwa Kuat Ma'ruf yang memprovokasi Ferdy Sambo untuk melakukan pembunuhan.

Akun tersebut mengunggah video berjudul "DUGAAN SELAMA INI BENAR, KUAT M JADI PROFOKATOR PEMBUNUHAN".

Sementara itu, narasi pada thumbnail memiliki keterangan yang berbunyi, "Jadi Provokasi Pembunuhan, Ternyata Kuat M Biang Kerok Ini Semua".

Pada thumbnail juga terlihat potret Kuat Ma'ruf bertelanjang dada dan berdiri di sebelah seorang perempuan mengenakan baju tahanan yang diduga Putri Candrawathi, di mana keduanya dikawal oleh petugas kepolisian.

Video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 1.200 penayangan. Lantas, benarkah Kuat Ma'ruf yang menjadi biang kerok selama ini?

CEK FAKTA:

Keterangan yang tertera pada judul video memberikan informasi yang salah. 

Setelah menonton video berdurasi 8 menit 6 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang mampu membuktikan bahwa Kuat Ma'ruf adalah biang kerok dari pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca Juga: "Kode" Shin Tae-yong Setelah Bertemu dengan Erick Thohir: Aku Akan Mengambilnya

Narator dalam video sama sekali tidak memberikan penjelasan terkait klaim tersebut. Narator justru menayangkan kembali proses sidang Ferdy Sambo cs, termasuk Kuat Ma'ruf.

Dengan kata lain, isi video dengan judul yang tertulis tidak berhubungan. 

Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail juga merupakan foto editan yang direkayasa.

Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Kuat Ma'ruf disebut menjadi biang kerok atau melakukan provokasi pembunuhan merupakan berita palsu atau hoaks.

Unggahan itu dapat dikategorikan sebagai misleading content karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More