/
Senin, 24 April 2023 | 11:38 WIB
Cek fakta jenazah Ferdy Sambo dibawa ke gereja untuk mendapat penghormatan terakhir. ([YouTube/KANAL BERITA])

Ferdy Sambo merupakan dalang di balik kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Saat ini, suami Putri Candrawathi tersebut dijatuhi hukuman mati.

Terbaru, beredar kabar bahwa Ferdy Sambo telah menjalani eksekusi mati dan jenazahnya dibawa ke gereja untuk mendapatkan penghormatan terakhir. 

Informasi tersebut disebarkan oleh kanal YouTube KANAL BERITA yang mengunggah sebuah video berjudul "PAGI INI!! JENAZAH SAMBO DIBAWA KE GEREJA // SEBAGAI DOA DAN PENGHORMATAN TERAKHIR".

Narasi serupa juga terlihat dalam thumbnail video. Disebutkan bahwa jenazah Ferdy Sambo dibawa ke gereja sebelum dikebumikan.

Dalam thumbnail juga tampak potret Ferdy Sambo diletakkan di depan peti mati di dalam sebuah gereja. Hingga kini, video itu sendiri telah disaksikan sebanyak lebih dari 350 penayangan.

Namun, benarkah Ferdy Sambo telah dieksekusi mati dan jenazahnya dibawa ke gereja?

CEK FAKTA:

Setelah menonton video berdurasi 8 menit 3 menit tersebut, tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa jenazah Ferdy Sambo dibawa ke gereja.

Faktanya, Ferdy Sambo saat ini masih hidup dan ditahan di Mako Brimob. Suami Putri Candrawathi itu belum menjalani hukuman mati, terlebih jenazah dibawa ke gereja seperti yang diklaim dalam judul video.

Baca Juga: KAI: Jumlah Pemudik Balik ke Jakarta Naik Dua Kali Lipat Hingga Siang Ini

Foto yang digunakan dalam thumbnail juga merupakan hasil editan atau rekayasa. Pemilik video seolah ingin menggiring opini publik dan menimbulkan asumsi menyesatkan.

Hingga akhir video, narator sama sekali tidak menjelaskan terkait penghormatan terakhir yang diterima Ferdy Sambo oleh jemaat gereja.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar jenazah Ferdy Sambo dibawa ke gereja sebelum dikebumikan merupakan berita palsu atau hoaks.

Unggahan yang diunggah oleh kanal tersebut tidak memiliki keselarasan antara isi video dengan judul yang terera, sehingga dapat dikategorikan sebagai misleading content karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Load More