Aldila Jelita menuai banyak kecaman saat menggalang dana untuk pengobatan mantan suaminya Indra Bekti. Tapi siapa sangka, biaya pengobatan pembawa acara kondang itu memang cukup besar.
Indra Bekti sendiri mengalami pecah pembuluh kepala yang sempat membuatnya tak sadarkan diri. Setelah waktu berlalu, akhirnya Aldila buka-bukaan soal biaya pengobatan Indra yang kala itu masih menjadi suaminya.
"Hah mahal Ya Allah, ya hampir Rp 1 M mencapai 900 [juta] berapa gitu, ya segitu lah," ujar Aldila dalam podcast-nya bersama Nadia Alaydrus.
Kendati mengeluarkan banyak biaya, Aldila bersyukur banyak orang yang membunya dan Indra Bekti.
"Tapi ya Alhamdulillah banyak orang baik, banyak orang yang hamba-hamba yang enggak mau ditulis namanya yang bisa cover semuanya, ya Alhamdulillah lah," kata Aldila.
Aldila sendiri menggugat cerai suamianya usiapulang dari rumah sakit. Ia sempat dianggap tega menceraikan Indra Bekti yang belum benar-benar pulih.
Pernikahan Aldila dan Bekti selama 12 tahun belakangan tidak pernah diterpa isu miring, sehingga memunculkan dugaan bahwa ibu dua orang anak itu tidak mau merawat Bekti yang sedang sakit.
Alasan Aldila Ceraikan Indra Bekti
Lewat podcast-nya bersama Nadia Alaydrus, Aldila membeberkan isi hatinya. Mulai dari kesaksiannya soal rahasia di ponsel Bekti yang baru terungkap saat sang mantan suami sakit, hingga Aldila yang mengungkap alasan dirinya mau bertahan dalam rumah tangga.
Pengakuan Aldila ini seolah sekaligus menjadi sarana untuknya menguliti kesalahan Bekti yang menjadi penyebab perceraiannya beberapa hari sebelum Idul Fitri kemarin.
"Aku bakal bertahan sama orang itu kalau orang itu terbuka, jujur, nggak ada kebohongan," ungkap Aldila, dikutip dari potongan video unggahan akun Instagram @lambegosiip, Rabu (26/4/2023).
"Menjadikan kita istri itu bukan yang, 'Udah kamu duduk', jadi permaisuri. Aku nggak kayak gitu," sambungnya.
Aldila tak menyalahkan apabila ada wanita yang lebih berkenan dijadikan ratu oleh suaminya hingga tidak boleh tahu apa-apa dan hanya terima beres. Namun prinsip itu tak sepaham dengan apa yang dianut Aldila.
"Aku penginnya apa yang terjadi sama kamu, aku dilibatin, gitu. Apapun keputusan (dan mau) memulai sesuatu itu aku dilibatin," tutur Aldila.
"Nah aku bakal bisa bertahan (dengan pernikahan seperti itu), tapi kalau udah di luar kata-kata itu, ya udah aku move on. Maksudnya aku keluar dari ranah kamu. Ya intinya aku bukan yang terbaik jadi buat kamu," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
5 Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
-
Nyepi 2026 Tahun Saka Berapa? Ini Maknanya
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Kalikangkung Jadi Titik Krusial, Kenaikan Kendaraan Capai 3 Ribu per Jam
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera