- Riset NEXT Indonesia Center pada Mei 2026 mengungkapkan ketimpangan kesejahteraan buruh akibat pertumbuhan UMP yang rendah dibandingkan garis kemiskinan.
- DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi dengan pertumbuhan upah melampaui kenaikan garis kemiskinan, sementara wilayah lain mengalami ketertinggalan signifikan.
- Pemerintah didorong menyelaraskan kebijakan investasi dan pengupahan agar tenaga kerja terserap di sektor produktif dengan penghasilan yang layak.
Suara.com - Ketimpangan kesejahteraan buruh antarwilayah di Indonesia semakin terlihat. Dari seluruh provinsi, hanya DKI Jakarta yang tercatat pertumbuhan UMP mampu melampaui kenaikan garis kemiskinan.
Riset NEXT Indonesia Center mengungkap adanya ketimpangan signifikan dalam pertumbuhan upah di berbagai daerah. Secara nasional, hampir seluruh provinsi mengalami kondisi pertumbuhan UMP yang lebih rendah dibandingkan kenaikan garis kemiskinan.
Namun, Jakarta menjadi satu-satunya pengecualian, dengan pertumbuhan UMP sebesar 4,76 persen, sedikit lebih tinggi dari kenaikan garis kemiskinan yang berada di angka 4,62 persen.
Peneliti NEXT Indonesia Center Ade Holis menjelaskan, daerah lain di Provinsi Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi justru tertinggal.
"Bahkan di beberapa wilayah seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo, kesenjangan sangat terlihat dengan pertumbuhan UMP di bawah 3 persen, sementara garis kemiskinan meningkat lebih dari 6 persen. Masalah kesejahteraan ini sudah bersifat struktural dan merata di hampir seluruh pelosok negeri," kata Ade dalam pernyataannya, Minggu (3/5/2026).
Selain faktor regional, struktur pasar tenaga kerja juga dinilai menjadi penghambat utama peningkatan kesejahteraan buruh.
Sektor-sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, seperti pertanian dan perdagangan, justru memiliki tingkat kenaikan upah yang relatif terbatas.
Sebaliknya, sektor dengan kenaikan upah tinggi seperti pendidikan dan administrasi pemerintahan hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah kecil.
Kendati demikian, terdapat potensi dari sektor jasa modern. Penyediaan akomodasi, makan minum, serta aktivitas profesional mulai menunjukkan tren positif sebagai sektor dengan kenaikan upah yang kompetitif.
Baca Juga: UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
NEXT Indonesia Center mendorong pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan pengupahan dengan arah investasi agar dampaknya lebih terasa bagi pekerja.
"Tantangan kita ke depan bukan sekadar menciptakan pekerjaan, tapi memastikan buruh bekerja di sektor yang produktif dengan upah yang mampu memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL)," ucap Ade.
Ia menambahkan, arus investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan buruh, bukan sekadar pertumbuhan angka ekonomi.
"Tantangan kita ke depan bukan sekadar menciptakan pekerjaan, tapi memastikan buruh bekerja di sektor yang produktif dengan upah yang mampu memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL)," katanya.
NEXT Indonesia Center juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara strategi ekonomi dan jaminan kesejahteraan agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan dirasakan secara luas oleh para pekerja.
Berita Terkait
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
Peringatan May Day di DPR RI, Buruh Desak Perubahan Ketenagakerjaan
-
Perayaan Hari Buruh di Monas bersama Presiden Prabowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata
-
Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon