Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat yang dialiri Sungai Ciliwung berstatus siaga 3 banjir Jakarta dengan kenaikan tinggi muka air (TMA) mencapai 140 cm pada Rabu (3/5/2023), pukul 19.42 WIB.
Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman di Bogor, Rabu malam , mengatakan hujan deras disertai petir di kawasan Puncak Bogor, berdampak menaikkan TMA di Bendung Katulampa malam ini.
"Hujan sedang hingga deras di Puncak terjadi dari sore hari dan petang hingga malam ini menaikkan TMA Bendung Katulampa," kata dia.
Ia menyebutkan kenaikan TMA di Bendung Katulampa terus terjadi dalam 42 menit dari ketinggian 80 cm dengan status masih normal pada pukul 19.00 WIB, naik menjadi 90 cm pada pukul 19.06 WIB, kemudian 130 cm pada 19.16 WIB, hingga 140 cm pada 19.42 WIB.
Kenaikan juga bersamaan dengan hujan deras mengguyur hampir merata di wilayah Bogor.
Hujan ringan hingga sedang sudah terjadi sejak siang hari di wilayah Kota Bogor. Hujan deras sekitar pukul 17.30 hingga 19.00 WIB. Saat ini hujan ringan disertai petir masih mengguyur wilayah Kota Bogor.
Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu malam bahwa hujan deras disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.
Hingga malam ini, kawasan puncak dan sekitarnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang. Debit air dari Bogor menuju Jakarta diperkirakan dini hari atau menjelang pagi.
Menurut Andi, kemungkinan TMA kembali menurun bisa saja terjadi cepat atau lambat tergantung hujan yang terjadi di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Dengan hujan intensitas sedang masih mengguyur wilayah Puncak, siaga banjir Jakarta bisa meningkat menjadi siaga 2 hingga siaga 1.
"Warga Jakarta sebaiknya waspada. Hujan masih berlangsung di hulu Ciliwung di wilayah Puncak Bogor," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Liburan Sekolah Tiba, Bandung Kembali Menjadi Destinasi Favorit Keluarga
-
Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin
-
Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Bawa Nostalgia Musim Panas, NCT Wish Rilis Single Jepang 'Boy Meets Girl'
-
Bioplastik Digadang Jadi Pengganti Plastik Konvensional: Benarkah Bisa Terurai Lebih Cepat?
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Perkuat Lini Tengah, PSIS Semarang Resmi Datangkan Jack Brown
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155