Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung ikut mengkritik istilah Jokowisme yang digaungkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia bercerita kalau slogan yang mengaitkan tokoh ini memang populer di Amerika Serikat. Contohnya adalah Reaganisme yang mengacu pada Ronald Reagan.
"Kita tahu ada Reaganisme (Ronald Reagan) atau Thattcherisme, ada ideologi di situ. Kalau dulu Readanomics dianggap berhasil karena memanfaatkan prinsip libertarian Amerika, demikian juga Margaret Thatcher," kata Rocky Gerung dalam video Youtube Rocky Gerung Official, dikutip dari Suara.com, Selasa (16/5/2023).
Tapi Rocky menilai kalau kata Isme dalam Jokowisme masih belum dipahami PSI. Sebab kata itu adalah makna untuk sebuah ideologi.
Sementara Rocky mengaku kalau Jokowi tidak konsisten dalam bersikap. Terkadang pro kepada rakyat, namun juga pro pada oligarki.
"Kan nggak ada keteraturan berpikir pada Pak Jokowi, tiba-tiba pro BLT, tiba-tiba pro oligarki, di mana isme-nya itu?" tanya Rocky.
Ia pun menyimpulkan kalau PSI selaku partai yang menggaungkan istilah Jokowisme nyatanya tidak mengerti soal makna kata isme.
“Jadi buta huruf pengertian-pengertian ini yang diajukan PSI itu memperlihatkan partai ini tak punya modal pengetahuan tentang apa yang disebut isme,” tandasnya.
Sekadar informasi, PSI menggaungkan istilah Jokowisme lewat media sosial beberapa waktu lalu. Menurut mereka, Jokowisme adalah kemajuan dari seorang presiden menjadi sebuah gagasan.
"Jokowi tumbuh bersama kekuasaan. Ia tak lagi sekadar presiden, tapi menjelma menjadi sebuah gagasan, ide besar tentang Indonesia yang hebat, Indonesia yang maju, tanah air yang membanggakan. Itulah Jokowisme," ucap PSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
PM Spanyol Bela Lamine Yamal Usai Kibarkan Bendera Palestina Serang Balik Pejabat Israel
-
Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
-
Misteri Setup Motor Veda Ega: Mengapa Melempem di Kualifikasi, Tapi Ganas saat Race Catalunya?
-
Piala Indonesia Segera Bangkit? I.League Buka Suara soal Jadwal Padat
-
Maya: Menyibak Ilusi, Menyelami Luka Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Usai
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Super League 2026/2027 Resmi Hapus Aturan Wajib Mainkan Pemain U-23
-
Deepfake dan Phishing AI Mengancam Perbankan, Industri Diminta Waspada