Bola / Liga Spanyol
Senin, 18 Mei 2026 | 12:14 WIB
Pakai Kaos Anti Madrid Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara Barcelona [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemain Barcelona Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade gelar juara La Liga tahun 2026 di Spanyol.
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan dukungan terbuka atas aksi solidaritas Yamal terhadap rakyat Palestina tersebut.
  • Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengecam tindakan Yamal karena dianggap memicu kebencian terhadap Israel di tengah konflik.

Suara.com - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memberikan dukungan terbuka kepada bintang Barcelona, Lamine Yamal setelah aksi mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar La Liga Blaugrana akhir pekan lalu.

Saat parade gelar juara La Liga 2025/2026 yang diraih Barcelona, Lamine Yamal terlihat mengibarkan bendera Palestina dari atas bus dengan atap terbuka.

Momen tersebut langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan luas di berbagai negara.

Sebagian besar publik memuji keberanian pemain berusia 18 tahun itu, namun hal itu justru memancing kritik dan kemarahan pejabat dan publik Israel.

Melalui akun X miliknya, Pedro Sanchez menegaskan dukungannya terhadap Yamal.

Pedro Sanchez menilai tindakan sang pemain merupakan bentuk solidaritas yang dirasakan banyak warga Spanyol terhadap Palestina.

Lamine Yamal (IG Lamine Yamal)

“Mereka yang melihat pengibaran bendera nasional sebagai ‘hasutan kebencian’ berarti sudah kehilangan akal sehat atau dibutakan rasa malu mereka sendiri,” tulis Sanchez.

“Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Ini menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menilai tindakan Yamal sebagai bentuk provokasi.

Baca Juga: Perpisahan Emosional di Camp Nou: Barcelona Tekuk Real Betis, Lewandowski Ucapkan Selamat Tinggal!

Melalui akun media sosial X, Katz mengecam aksi pemain timnas Spanyol tersebut.

Katz menyebut tindakan Yamal memicu kebencian terhadap Israel di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.

“Lamine Yamal memilih menghasut kebencian terhadap Israel ketika tentara kami memerangi organisasi teroris Hamas,” tulis Katz.

Load More