/
Rabu, 17 Mei 2023 | 05:56 WIB
CEK FAKTA: Benarkah koleksi mobil mewah Gubernur Lampung disita KPK? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi mengajak pemirsa mempercayai bahwa koleksi mobil mewah milik pejabat pemerintahan tertinggi di Provinsi Lampung disita.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tengah viral, salah satunya karena saat menemui Presiden RI Joko Widodo tidak hapal nama jalan.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, dari kanal YouTube sebuah akun bernama LIDAH RAKYAT pada 9 Mei 2023 mengunggah video berjudul "Koleksi Mobil Sport Gubernur Lampung disita KPK".

Dalam thumbnail, terlihat potret seorang lelaki di sebelah kiri mengenakan rompi oranye khas, sedangkan kanan adalah deretan mobil mewah, antara lain tampak buritan sports car atau mobil sport Ferrari warna merah.

Ditambah dengan tulisan, "BREAKING NEWS !! SEMUA HASIL KORUPSI GUBERNUR LAMPUNG ISI GARASI KOLEKSI MOBIL MEWAH ARINAL DJUNAIDI DI SITA KPK".

PENJELASAN

Setelah ditelusuri Turnbackhoax.id, foto tumbnail dan video yang diunggah adalah hasil editan disertai narasi di mana narator dalam video hanya membacakan artikel milik CNN Indonesia berjudul, "Punya Harta Rp22 Miliar, Intip Isi Garasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi".

Sedangkan foto mobil dalam sampul unggahan video di YouTube ini serupa dengan foto berita detik.com yang berjudul, "Brumm! Ferrari Adik Atut Sering Digeber di Sekitaran Kompleks".

Faktanya, judul dan isi video tidak berkaitan. Dalam video sama sekali tidak ditemukan informasi tentang "Koleksi Mobil Sport Gubernur Lampung disita KPK".

KESIMPULAN

Dengan demikian, klaim tentang "Koleksi Mobil Sport Gubernur Lampung disita KPK" adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More