/
Rabu, 17 Mei 2023 | 07:36 WIB
CEK FAKTA: Ganjar Pranowo menyuruh orang merusak banner Anies Baswedan di Jember? ([screenshot Turnbackhoax.id])

Narasi mengajak agar yang klik video ini percaya kontestasi capres sampai seperti ini "perangnya".

Saat ini, persiapan kontestasi calon presiden (capres) menuju Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 tengah berlangsung. Para kandidat melakukan persiapan agar mampu menarik perhatian calon pemilih.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, dari kanal YouTube, sebuah akun atas nama POPULER NEWS pada 11 Mei 2023 mengunggah video berjudul, "TERNYATA SURUHAN GANJAR ! APARAT BERHASIL TANGKAP PELAKU PERUSAK BANNER ANIES !!".

Dengan thumbnail sebelah kiri potret Anies Baswedan, kemudian tengah adalah tiga tersangka, dan kanan adalah ilustrasi Polisi tengah memegang kaus partai warna merah. Tertulis di keterangan thumbnail, "GANJAR TAK BISA MENGELAK APARAT TEMUKAN ATRIBUT PDI SAAT JEGAL ANIES BASWEDAN".

PENJELASAN

Narasi dalam video ini memberikan kesan Ganjar Pranowo yang dipilih maju dalam kontestasi capres Pemilu 2024 telah memerintahkan perusakan atribut Anies Baswedan di Jember.

Ditelusuri Turnbackhoax.id, foto thumbnail dan video yang diunggah adalah hasil editan disertai narasi menyesatkan.

Video adalah hasil editan dari beberapa kumpulan video yang tidak ada kaitannya.

Dikutip dari antaranews.com narator dalam video hanya membacakan laporan CNN Indonesia berjudul, "Puluhan Banner Gambar Anies Dirusak di Jember, NasDem Lapor Polisi".

Sedangkan foto thumbnail unggahan video serupa dengan unggahan Suara.com berjudul, "Akal Bulus Napi Program Asimilasi, Embat Motor Teman Modus Gantian Bonceng".

KESIMPULAN

Video berjudul "TERNYATA SURUHAN GANJAR ! APARAT BERHASIL TANGKAP PELAKU PERUSAK BANNER ANIES !!" yang diunggah POPULER NEWS adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More