/
Kamis, 18 Mei 2023 | 06:53 WIB
Kericuhan antara kubu Indonesia dan Thailand di laga final Sea Games 2023 Kamboja ((YouTube/Entertainment Mediacorp))

Indonesia mengandaskan ambisi Thailand untuk menjadi raja bola di SEA Games 2023. Pertandingan diwarnai ricuh dan baku hantam.

Tim Nasional atau Timnas Indonesia U-22 berhasil menang dalam kejuaraan sepak bola SEA Games 2023 di final cabang olah raga (cabor) sepak bola putra SEA Games 2023, pada Selasa (16/5/2023) malam. Inilah sukses yang bikin haru karena negara kita menang di level sama pada 1991.

Dikutip dari kanal Bola Suara.com, pertandingan Indonesia vs Thailand yang berlangsung di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023) itu diwarnai kericuhan dan baku hantam.

Timnas Indonesia menang atas Timnas Thailand 5-2 lewat pertarungan menegangkan serta "hujan" kartu oleh wasit. Penuh drama, tensi tinggi, sekaligus terjadi pemukulan kepada beberapa official Timnas Indonesia.

Skuad Garuda Muda unggul dua gol di babak pertama melalui Ramadhan Sananta (20', 45+3'), sebelum tim Elephant Warriors menyamakan kedudukan di babak kedua lewat gol Anuntachok Yodsangwal (65') dan Yotsakorn Burupha (90+8').

Di babak perpanjangan waktu, Indonesia berhasil mencetak tiga gol melalui Irfan Jauhari (94'), Fajar Fathur Rahman (107') dan Beckham Putra (120').

Sepanjang pertandingan, wasit secara keseluruhan mengeluarkan 14 kartu kuning dan empat kartu merah.

Seluruh kartu merah bahkan dikeluarkan wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi di masa perpanjangan waktu pascakejadian ribut kedua antarkubu Indonesia dan Thailand.

Komang Teguh dan kiper Thailand, Soponwit Rakyart dikenai kartu merah setelah terlibat baku hantam, disusul dua kartu merah untuk Jonathan Khemdee dan Teerasak Poeiphmai.

Selain mendapat tiga kartu merah, salah satu pemain Thailand cedera di saat jatah pergantian pemain sudah habis. Akhirnya mereka tampil hanya dengan tujuh pemain di lapangan.

"Pertandingan ini hampir bukan seperti permainan sepak bola. Karena pemain yang tersisa semakin sedikit," pelatih Thailand, Issara Sritaro menyatakan dengan sedih, dikutip dari Thairath, Rabu (17/5/2023).

"Dipukul oleh dua kuning, kena [kartu] merah sampai itu seperti permainan ukuran kecil di lapangan di mana kita memiliki tujuh orang tersisa," lanjutnya.

Kekinian, kedua belah pihak telah damai. Harapannya, meski tensi tinggi, tidak terjadi percikan atau peristiwa di luar sport yang membuat ada pihak-pihak terlibat baku hantam.

Load More