Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian membantah kritik calon presiden Anies Baswedan, yang mengatakan pembangunan jalan tak berbayar era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih panjang ketimbang di masa Joko Widodo.
Hedy Rahadian menduga Anies, yang diusung Partai Demokrat, PKS dan Nasdem itu, salah menafsirkan data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik atau BSP.
"Salah interpretasi," tegas Hedy Rahadian di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Hedy menduga Anies menggunakan data perubahan status jalan yang disediakan oleh BPS, yang di dalamnya menyajikan perubahan status jalan dari jalan provinsi menjadi jalan nasional di era SBY.
Perubahan status itu memang menambah panjang jalan nasional di era SBY, tetapi bukan berarti di masa itu pemerintah pusat membangun lebih banyak jalan.
"Itu adalah jalan perubahan status, dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, bukan pembangunan jalan baru. Yang disebut bahwa pembangunan jalan di zaman SBY lebih panjang dari zaman Jokowi, bukan itu maksud data BPS," beber Hedy Rahadian.
Sebelumnya, saat berpidato di acara ulang tahun ke-21 PKS di Jakarta pada 20 Mei kemarin, Anies mengatakan SBY membangun jalan tak berbayar sepanjang 144.000 km atau 7,5 lipat lebih panjang dari yang dibangun Jokowi.
Ia juga menyebut SBY membangun jalan nasional 20 kali lipat lebih panjang dari di era Jokowi yang hanya sekitar 500 km.
"Pemerintahan ini membangun jalan nasional sepanjang 500 kilometer, di era 10 tahun sebelumnya 11.800 kilometer, 20 kali lipat," klaim Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Menko Polkam Andalkan Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla, Ini Daftar 6 Provinsi Paling Rawan
-
Promo HUT RI 2026, Harga Tiket Bioskop Hanya Rp17 Ribu dengan Kartu BRI
-
Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 7 Saksi
-
Jeongyeon TWICE Keluar JYP Entertainment, Tulis Surat Hangat untuk Fans
-
Keinginan Remaja vs Orang Tua dalam How Could You Do This to Me, Mum?
-
Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026
-
Jualan Pernak-Pernik 17 Agustus Tak Seramai Dulu, Pedagang Keluhkan Gempuran Toko Online
-
Bromo Ditutup karena Kebakaran, 3.062 Wisatawan Bisa Refund atau Reschedule Tiket
-
Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF