Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, yang terbengkalai kini menjadi hunian para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) alias gelandangan.
Umiyanah, salah satu penghuni lokasi tersebut mengatakan, belum ada petugas yang mengecek fasilitas umum terbengkalai yang beralih fungsi tersebut.
"Belum ada petugas ke sini. Mobilnya ada yang lewat, tapi mereka tidak lewat flyover," kata Umiyanah kepada wartawan di Jakarta Utara, Sabtu (27/5/2023).
Padahal Umiyanah dan suaminya, Roni, telah mengisi kehidupan mereka sekitar dua tahun terakhir dengan menempati gubuk empat meter persegi yang mereka bangun di atas JLNT Pluit.
Menurut dia, fasilitas umum yang dibangun pada Agustus 2015 sampai Mei 2017 itu sudah mengalami banyak retakan pada pondasinya di sepanjang bentangan jalan layang yang mencapai 10,1 kilometer dari Jalan Pluit Barat Raya ke Jalan Pluit Selatan Raya.
Kendati demikian, Umi memilih bertahan daripada pulang ke kampung halamannya karena tiada pilihan lain. Dia mengatakan, tiada tempat yang mau menampung keluarganya secara cuma-cuma kalau mereka pulang ke Pandeglang, Banten.
Karena itu, dia mengatakan, hidup di Jakarta susah namun masih bisa bertahan asal masih bisa mencari uang. Setidaknya dia dan suami masih bisa mengepul botol plastik untuk dijual lagi kepada pengepul besar sepekan sekali.
Kini tiga unit gubuk sudah dibangun di atas JLNT Pluit yang terbengkalai tersebut.
Sedikitnya, terdapat tiga bangunan semipermanen yang dijadikan hunian selama dua tahun terakhir oleh sejumlah PPKS di atas jalan layang tersebut.
Tidak ada kendaraan yang melewati lokasi tersebut karena akses masuknya tertutup dengan beton dan sepanjang jalurnya terdapat banyak lubang retakan.
Bila saja difungsikan, jalan tersebut bisa tembus sampai ke pintu Tol Pluit di Jalan Pluit Selatan Raya dan mengurai kemacetan yang terjadi di bawahnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Tragedi Rel Kereta: 16 Nyawa Melayang, KAI Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Jalur Terlarang
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Ariawan Gunadi Tegaskan Gugatan Salah Sasaran dalam Sengketa NCD
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa
-
Pamer Naik MRT, Widi Mulia Sindir Gubernur Kaltim Soal Mobil Dinas Rp8,5 M
-
Akui Dongkol, Dewi Perssik Tolak Inara Rusli Jadi Bintang Tamu Pagi-Pagi Ambyar