Ben Roberts-Smith, eks anggota pasukan khusus Australia yang dituding melakukan kejahatan perang di Afghanistan diketahui sedang berlibur di Bali.
Roberts-Smith sedang jadi pusat perhatian di negaranya karena menggugat tiga media besar Australia - The Age, The Sydney Morning Herald dan The Canberra Times - atas tudingan pencemaran nama baik.
Tiga media tersebut pada 2018 lalu menerbitkan berita tentang kejahatan perang yang dilakukan saat masih aktif sebagai anggota pasukan khusus Special Air Service atau SAS Australia di Afghanistan.
Sidang putusan atas gugatan tersebut rencananya akan digelar Kamis (1/5/2023) dan disebut sebagai salah satu kasus pencemaran nama baik terbesar, dengan permintaan ganti rugi jutaan dolar, di Australia.
Nine News Sydney pada Rabu menerbitkan foto Roberts-Smith sedang berjemur di tepi sebuah kolam renang di Bali.
Penjahat perang
Dalam artikel yang diterbitkan tiga media tersebut, Roberts-Smith dituding terlibat dalam pembunuhan 6 tahanan saat bertugas di Afghanistan di periode 2009 - 2012. Para tahanan itu tidak bersenjata saat dibantai oleh Roberts-Smith.
Roberts-Smith telah berkali-kali membantah tudingan melakukan kejahatan perang tersebut.
Seperti dilansir dari BBC, Roberts-Smith disebut pernah melempar seorang petani Afghanistan ke jurang sedalam 10 meter. Petani itu, yang dalam kondisi tangan diborgol, kemudian ditembak mati.
Ia juga dituding menembak seorang pemuda Afghanistan di kepala tanpa sebab yang jelas. Kepada rekan-rekannya, Roberts-Smith mengaku pembunuhan itu adalah "salah satu hal terindah" yang pernah dia lihat.
Roberts-Smith juga dituding pernah mengeksekusi seorang kombatan Taliban yang sudah tertangkap menggunakan senjata mesin. Kaki palsu milik kombatan tersebut diambil, dijadikan tropi dan digunakan sebagai wadah untuk minum.
Konvensi Jenewa, aturan internasional yang mengatur soal peperangan untuk membatasi kebiadaban dalam perang - melarang dilakukannya penyiksaan atau perlakuan kejam terhadap tahanan perang.
Roberts-Smith sendiri dianggap sebagai pahlawan di Australia. Ia menerima sejumlah penghargaan, termasuk Victoria Cross - penghargaan tertinggi dalam militer Australia. Penghargaan itu ia terima karena berhasil menghabisi regu senjata mesin Taliban sendirian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Tawarkan Promo Kredit Mobil dan Bonus BRIZZI Rp500 Ribu
-
Daftar Tanggal Hoki di Bulan Juli Menurut Kalender Feng Shui, Waktu Terbaik Datangkan Cuan
-
Gempa Polewali Mandar Terasa Hingga Kota Parepare, Ini Penyebabnya
-
Muncul Rumor Dua Jenderal Ikut Geruduk Polda Metro Jaya, TNI Buka Suara
-
BRI KKB Expo 2026 Serentak Digelar di 131 Titik, Usung Promo KKB dengan Suku Bunga 1,80%
-
Strategi Agresif Changan Deepal S05 Tantang Pasar SUV Listrik Indonesia Lewat Teknologi REEV
-
BRI KKB Expo 2026: Promo Kredit Kendaraan Berlaku di 131 Kota Indonesia
-
Qodari: Pemilihan Logo HUT ke-81 RI Cerminkan Perhatian Pemerintah dalam Hormati Pilihan Publik
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dengan Penawaran Kredit Kendaraan Berbunga 1,80%
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Lokasi, Nikmati Bunga Mulai 1,80% Flat