Jonathan Latumahina mengaku tidak puas dengan hukuman Mario Dandy usai menganiaya anaknya secara sadis, David Ozora.
"Enggak lah," kata Jonathan Latumahina dalam video YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Kamis (15/6/2023).
Bahkan sejak proses hukum dimulai, petinggi Banser NU ini merasa sakit hati terkait perlindungan yang diberikan pada AG (15), pacar Mario Dandy. Ia menilai kalau hal itu berlebihan.
"Kita warga negara ini kan di-create untuk selalu makan hati. Kita harus menerima bahwa di kasus hukum ini. Pelaku anak banyak menerima perlindungan. Lembaga yang melindungi luar biasa," papar dia.
Jonathan menganggap kalau para penegak hukum justru lupa kalau David Ozora juga masuk kategori anak di bawah umur.
"Lupa yang bikin undang-undang ini, korban juga anak. Anak gue itu masih anak, masih di bawah 18 kan masih anak," ucapnya.
"Hukuman yang diterapkan juga karena anak, maka setengahnya. Ya gue mau nuntut apa kalau itu sudah maksimal?" kata Jonathan Latumahina.
Jonathan kemudian menegaskan kalau adil menurut dia adalah hukum rimba, yakni membuat Mario Dandy juga koma seperti David Ozora.
"Adil itu kalau si Mario juga gue bikin koma. Itu baru adil!" tegasnya.
Baca Juga: 5 Tips Manfaatkan Media Sosial, Gak Cuma untuk Eksis
Mario Dandy sendiri adalah tersangka kasus penganiayaan berat pada David Ozora. Selain dia, dua tersangka lainnya yakni Shane Lukas dan AG (15), pacar Mario Dandy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba