Berikut beberapa cuplikan luapan emosi yang ditunjukkan Mario Dandy Satriyo, penganiaya berat berencana atas Cristalino David Ozora Latumahina.
Sejak menjadi sosok viral karena melakukan penganiayaan berat berencana terhadap anak korban Cristalino David Ozora Latumahina, tingkah polah Mario Dandy Satriyo tidak lepas dari sorotan. Meski bukan pakar pemerhati bahasa tubuh, psikolog, atau pun ahli terkait hukum dan perilaku manusia, masyarakat umum bisa memandang tingkahnya berdasarkan norma dalam masyarakat.
Mulai bahasa tubuh, aksi, reaksi, sampai cara membawakan diri Mario Dandy Satriyo disebut lain dari biasa. Atau tidak sama dibandingkan kondisi emosi manusia pada umumnya.
Tentu saja untuk memahami atau mengerti mengapa ia bertindak demikian diperlukan kajian pakar. Akan tetapi sebagai pengingat,ini lima di antaranya.
Bukti bahwa kemampuan Mario Dandy Satriyo dalam memahami dan memaknai situasi tidak sama dengan yang biasa ditemui di masyarakat. Istilah kata gagal fokus dalam bersimpati menyikapi kondisi yang membutuhkan empati:
1. Mario Dandy Satriyo tertawa saat mendengar kesaksian di pengadilan bahwa korbannya, Cristalino David Ozora Latumahina belum bisa mengenakan celana sendiri.
Lokasi: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/6/2023). Jonathan Latumahina menjelaskan kepada hakim soal kondisi terkini korban, yaitu belum bisa mandi, belum bisa pakai celana sendiri. Dari posisi menunduk, Mario Dandy Satriyo langsung menegakkan kepala, bertatapan dengan salah satu pengacaranya, pengacara tersenyum tipis, dan Mario Dandy Satriyo tertawa di balik masker hitamnya.
2. Mario Dandy Satriyo minta maaf kepada keluarga korban sambil cengengesan.
Lokasi: di depan kamera ia meminta maaf atas penganiayaan yang ia lakukan kepada anak korban Cristalino David Ozora Latumahina. Akan tetapi mata sedikit berbinar dan senyum mengembang. Adapun pembelaan kuasa hukumnya, Andreas Nahot Silitonga adalah aksi yang dilakukan kliennya itu spontan dan akibat berada di bawah tekanan.
3. Tidak menunjukkan kerendahan hati kepada perempuan yang bisa diibaratkan seusia ibunya.
Lokasi: selesai menganiaya Cristalino David Ozora Latumahina, sosok perempuan di kompleks perumahan Ulujami Jakarta Selatan, ibu dari sahabat korban meneriakinya "woy!" agar berhenti memukuli korban dan bertanya siapa dia dan mengapa melakukan ini. Jawaban yang diberikan, "Adik perempuan saya dilecehkan!" bukan menjelaskan nama, maksud, dan tujuan.
4. Berangasan dan membentak sekuriti perumahan yang bukan lokasi rumahnya sendiri.
Lokasi: kompleks perumahan di Ulujami, Jakarta Selatan selesai ia melakukan penganiayaan berat terhadap anak korban. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2023) satpam kompleks bernama Abdul Rasyid yang membantu mengangkat korban tergeletak di aspal menyatakan Mario Dandy Satriyo tampak emosi setelah menghajar korban, dan membentaknya. Mempertanyakan perasaan Abdul Rasyid bila keluarganya dilecehkan, berjalan ke sana ke mari, terus bergerak dan berkeringat seperti seseorang selesai berolah raga. Dan balas dibentak oleh Abdul Rasyid.
5. Tidak bisa menundukkan kepala barang sekalipun.
Lokasi: di mana pun, utamanya terlihat saat menatap para jurnalis, mulai saat konferensi pers beberapa hari pascakejadian tragis 20 Februari 2023, saat rekonstruksi, bahkan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dimulai Selasa (13/6/2023).
Berita Terkait
-
Cristalino David Ozora Latumahina Korban Penganiayaan Berat Berencana, LPSK Ajukan Nilai Restitusi di Atas Rp 100 M
-
Sidang Penganiayaan Berat oleh Mario Dandy Satriyo: Pengancaman Pakai Senjata Api Membuat Anak Korban Tidak Bisa Menolak Diperlakukan Semena-mena
-
Sidang Penganiayaan Berat oleh Mario Dandy Satriyo: Mengaku Putus, Dua Tersangka Bergandeng Tangan dan Gelendotan di Kantor Polisi
-
Dari Persidangan Penganiayaan Berat oleh Mario Dandy Satriyo: Saksi Didorong Istri dan Sekuriti Fokus Antarkan Korban Dibanding Balas Aksi Terdakwa
-
Dari Persidangan Penganiayaan Berat oleh Mario Dandy Satriyo: Anak Korban Cristalino David Ozora Latumahina Tidak Akan Dihadirkan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
-
Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan
-
Dochi Perkenalkan 'Senjata Baru' Pee Wee Gaskins di Hammersonic 2026, Keyboardist Pindah Haluan
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Milos Raickovic Ungkap Makna Selebrasi Saat Persebaya Menang 4-0 atas PSBS Biak