Jangan buru-buru simpulkan pasti bisa bayar ganti rugi, karena kuasa hukum pelaku menyatakan begini.
Persidangan kasus penganiayaan berat berencana atas Cristalino David Ozora Latumahina yang dilakukan Mario Dandy Satriyo tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mulai pekan lalu.
Dikutip dari kantor berita Antara, pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK tengah mengadakan perhitungan restitusi biaya pengobatan Cristalino David Ozora Latumahina yang jumlahnya mencapai Rp 100 miliar lebih.
Antara lain meliputi dana yang dibutuhkan saat David, sapaan siswa usia 17 tahun itu, mengalami koma setelah dihajar utamanya bagian kepala. Ia menghabiskan 56 hari di ruang ICU.
Kemudian biaya home care karena hingga saat ini kondisi saraf konitif dan motorik di otaknya belum berfungsi 100 persen normal.
Berikutnya adalah situasi keuangan keluarga David, di mana orangtuanya praktis berhenti bekerja agar dapat memberikan waktu total dalam berbagai upaya penyembuhan anak pertama mereka.
Sementara itu, dikutip Metro Suara.com dari podcast Denny Sumargo "CURHAT BANG" dan Deddy Corbuzier "Close The Door", Jonathan Latumahina, ayah dari David tidak mau menerima ganti rugi atau pemberian beaya pengobatan anaknya di awal sebelum kasus dibuka di pengadilan.
Pasalnya, pihak keluarga pelaku ingin memberikan ganti rugi, utamanya penggantian beaya perawatan rumah sakit Cristalino David Ozora Latumahina dengan barter peristiwa diputihkan atau tidak akan ada tuntutan di kemudian hari.
Dikutip dari kantor berita Antara, Andreas Nahot Silitonga, seorang kuasa hukum Mario Dandy Satriyo menyatakan bahwa semua harta kliennya bisa disita untuk restitusi David akibat kasus penganiayaan yang telah dilakukannya.
Andreas Nahot Silitonga menegaskan bahwa restitusi ini tentu sepenuhnya menjadi tanggung jawab terdakwa Mario Dandy Satriyo, sebagai pelaku tindak pidana, bukan ayah pelaku, yaitu Rafael Alun Trisambodo--mantan pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Departemen Keuangan.
"Jadi semua harta Mario atas namanya bisa saja disita untuk dilakukan pelelangan bayar restitusi," jelas Andreas Nahot Silitonga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2023).
Akan tetapi, kondisi Mario Dandy Satriyo saat ini masih menjadi mahasiswa dan belum bekerja, sehingga belum diketahui sejauh mana tahapan restitusi apabila dikabulkan.
"Saya juga tidak tahu apakah ada aset atas namanya. Hanya sepanjang pengetahuan, kalau bukan atas namanya, tidak bisa ditarik melakukan pergantian atas restitusi itu," ungkap Andreas Nahot Silitonga.
Ia memberikan penialaian jika sudah dinyatakan adanya nominal restitusi secara tertulis, sangat disayangkan jika hal itu tidak bisa terbayar penuh oleh klien mengingat statusnya yang belum memiliki penghasilan.
Namun pihak Mario Dandy Satriyo akan bertanggung jawab dengan terus mengikuti proses hukum yang berlaku dan berharap adanya keputusan dari majelis hakim seadil-adilnya.
Mario Dandy Satriyo (20) dan Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan (19) adalah dua terdakwa penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora Latumahina (17). Terjadi pada Senin (20/2/2023) secara brutal dengan freekick di kepala dan diabadikan dalam bentuk rekaman video yang disebarkan. Juga melibatkan terdakwa anak, AGH (15) sebagai mantan korban anak David dan pacar Mario Dandy Satriyo yang buru-buru dinyatakan sudah putus.
Berita Terkait
-
Setelah Peristiwa "Mati Lampu", David Ozora Gacor Habis: Guru Dipanggil Bro
-
Minta Pelaku Penganiayaan Berat Berencana Pikul Beban Sendiri-Sendiri, Jonathan Latumahina Gagalkan Adegan Drama Cium Kaki
-
Tegar dan Lugas di Persidangan, Jonathan Latumahina Ingin Dukungan Netizen yang Kawal Kasus Penganiayaan Anaknya Tidak Sia-sia
-
Cristalino David Ozora Latumahina Korban Penganiayaan Berat Berencana, LPSK Ajukan Nilai Restitusi di Atas Rp 100 M
-
Sidang Penganiayaan Berat oleh Mario Dandy Satriyo: Pengancaman Pakai Senjata Api Membuat Anak Korban Tidak Bisa Menolak Diperlakukan Semena-mena
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement