/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 18:01 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengancam akan memberikan hukuman keras bagi Wagner dan pemimpinnya Yevgeny Prigozhin yang kini memberontak. ((Pixabay/DimitroSevastopol))

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan Wagner dan pimpinannya, Yevgeny Prigozhin telah berkhianat karena melakukan pemberontakan di wilayah selatan negara tersebut.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Rusia, Putin mengatakan pemberontakan yang dipimpin Prigozhin adalah serangan dari belakang terhadap Rusia yang sedang menginvasi Ukraina.

"Ambisi yang berlebihan dan kepentingan pribadi telah menyebabkan pengkhianatan. Ini adalah pukulan terhadap Rusia, terhadap rakyat. Reaksi kita untuk mempertahankan Tanah Air dari ancaman seperti ini akan sangat keras," wanti-wanti Putin seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/6/2023).

"Semua orang yang berkhianat, yang sedang mempersiapkan pemberontakan bersenjata, yang menggunakan cara-cara pemerasan dan terorisme, akan menerima hukuman, akan bertanggung jawab kepada hukum dan rakyat kita," beber Putin.

Sebelumnya, dalam sejumlah pesan yang dilempar ke media sosial, Prigozhin mendesak Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Valery Gerasimov untuk menghadap ke Rostov on Don, kota terbesar di selatan Rusia yang kini dikuasai Wagner.

Ia ingin minta pertanggungjawaban militer Rusia atas tewasnya sejumlah besar pasukan Wagner dalam sebuah serangan udara. Militer Rusia membantah tudingan itu.

"Mereka yang menghabisi pasukan kami, yang membunuh puluhan ribu tentara Rusia, akan dihukum. Saya minta, jangan ada yang melawan," tegas Prigozhin.

Prigozhin mengeklaim memiliki 25.000 pasukan dan akan membuat kekacauan dengan menghancurkan semua pos penjagaan yang ditemui serta akan menghantam angkatan udara Rusia.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa pasukan Wagner sudah berhasil menembak jatuh sebuah helikopter milik militer dalam sebuah pertempuran di selatan Rusia.

Baca Juga: Wagner Memberontak di Rusia, Ancam Akan Serbu Moskwa

Wagner sendiri memiliki pengalaman tempur panjang, mulai dari Afrika, Suriah hingga di Ukraina. Bahkan petempur Wagner - yang terdiri dari para veteran dan narapidana yang direkrut dari penjara-penjara Rusia - menghadapi pertempuran paling berdarah dalam invasi Rusia ke Ukraina selama 16 bulan ini

Prigozhin pada Jumat kemarin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusai Rostov on Don - kota terbesar Rusia di bagian selatan. Ia juga mengancam akan akan menduduki Moskwa.

Prigozhin menegaskan ia sudah menguasai markas Distrik Militer Selatan Rusia, setelah ia membawa pasukannya mundur dari wilayah Ukraina.

Sementara sumber dari militer Rusia mengatakan bahwa Wagner juga sudah merebut fasilitas-fasilitas militer di Kota Voronezh, yang terletak di sebelah utara Rostov on Don. 

Warga kota Rostov on Don sendiri mulai menyebarkan rekaman video aktivitas petempur Wagner, lengkap dengan kendaraan lapis baja serta tank mereka yang parkir di pusat kota.

Sementara itu di ibu kota Moskwa, tampak pengamanan lebih diperketat. Di Lapangan Merah, petugas keamanan menegakkan pagar-pagar besi,

Load More