/
Selasa, 04 Juli 2023 | 15:10 WIB
Moeldoko meminta agar pengusutan Ponpes Al Zaytun Indramayu dilakukan dengan mempertimbangkan para santri. Foto: Pengasuh Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang diperiksa polisi Senin (3/7/2023). ([Suara.com/Yasir])

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta agar kontroversi Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu disikapi dengan arif, bukan semata karena persepsi yang berkembang di publik.

Ini disampaikan Moeldoko, Senin (4/7/2023) saat menanggapi tudingan bahwa ia adalah sosok yang membeking Ponpes Al Zaytun dan pemimpinnya, Panji Gumilang.

"Jangan karena persepsi yang berkembang mengadili seseorang, itu yang saya tekankan. Di sana ada puluhan ribu mahasiswa, ada santri. Ambil langkah-langkah, apakah itu persuasif bersifat mendidik, apakah itu law enforcement. Kita semua punya instrumennya. Kenapa kita mesti berspekulasi," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (3/7/2023).

Mantan Panglima TNI itu juga mengaku mengenal Panji Gumilang dan pernah berkunjung ke Ponpes Al Zaytun, Indramayu sejak masih menjabat sebagai pangdam.

"Jadi saya mulai (masih menjabat) Pangdam itu sudah datang ke Al Zaytun, untuk melihat secara pasti apa yang dilakukan di sana," lanjut Moeldoko.

Dia menekankan apabila dulu dirinya melihat ada penyimpangan, maka dirinya yang akan bertindak saat itu juga. Ia juga mengatakan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses penyelidikan dan proses hukum yang sedang berlangsung.

"Saya sudah bicara ke Pak Panji Gumilang, 'Hei macam-macam gue, orang pertama yang akan beresin'," tegas Moeldoko.

Meski demikian Moeldoko mengaku tidak berkomunikasi dengan Panji Gumilang selama polemik terkait Al Zaytun belakangan muncul, karena dirinya tidak ingin dianggap mengintervensi.

"Nggak, entar komunikasi dibilang intervensi. Biar saja berjalan, prinsip sebagai warga negara. Salah, tindak," tegas Moeldoko.

Baca Juga: Soal Ponpes Al Zaytun, Moeldoko: Saya Sudah Bicara ke Pak Panji Gumilang

Sebelumnya Moeldoko mengaku sudah mengetahui ada pihak tertentu yang berusaha menggoreng isu hubungan dirinya dengan Ponpes Al Zaytun Indramayu.

"Saya sudah tahu siapa yang 'goreng' itu, saya sudah tahu. Tujuannya apa saya tahu," tegas Moeldoko.

Sayang ia tak membeberkan pihak-pihak yang disebutnya menggoreng isu Al Zaytun. 

"Jangan mantan Panglima dibilang-nya beking, emang gue preman apa? Nggak benar nih. Saya juga bisa marah, saya juga bisa marah," tegas Moeldoko.

Panji Gumilang sendiri sudah diperiksa polisi di Bareskrim, Jakarta pada Senin kemarin. Setelah diperiksa, polisi belum menetapkan pimpinan Ponpes Al Zaytun itu sebagai tersangka.

Load More