/
Selasa, 04 Juli 2023 | 20:13 WIB
Prabowo Subianto ((Instagram/@prabowo))

Ketua DPP PKB, Indah Dita Sari secara terang-terangan menyindir PAN yang meminta bantuan dari Gerindra untuk menjembatani komunikasi dengan PKB terkait potensi Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Menurut dia, pernyataan Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto yang mewakili partainya sebagai pendatang baru dalam Koalisi KIR (Kebangkitan Indonesia Raya) tidak menghargai partai lain yang sudah antri.

"Saya membaca pernyataan seperti itu di media. Saya merasa kagum. PAN ini merupakan partai pendatang baru dalam Koalisi KIR. Sebagai pendatang baru, seharusnya mereka duduk di belakang," ujar Dita dikutip dari Suara.com, Selasa (4/7/2023).

Lebih lanjut, Dita menyarankan agar PAN bisa membantu koalisi sebelum membicarakan posisi cawapres. Ia mengibaratkan PAN sebagai seorang magang.

PAN, menurut Dita, dapat membantu koalisi dengan gagasan visioner sambil membangun ikatan terlebih dahulu dengan PKB dan Gerindra dalam Koalisi KIR.

"Sebagai seorang magang, tentu harus memiliki orientasi terlebih dahulu. Jangan langsung mencoba mengalahkan karyawan tetap yang sudah senior," ujar Dita.

Untuk diketahui, Waketum PAN, Yandri Susanto sebelumnya berharap agar Gerindra menjembatani komunikasi dengan PKB guna mengusulkan Erick Thohir sebagai pasangan Prabowo Subianto. 

PAN mengaku belum melakukan komunikasi dengan PKB mengenai hal ini.

"Menurut saya, peran Pak Prabowo sangat penting dalam menjembatani atau melakukan konsolidasi konkret dengan ketiga partai ini," ucap Yandri.

Baca Juga: 5 Hal Menarik di Drama Korea See You in My 19th Life, Wajib Siapin Tisu!

Load More