Terdakwa Mario Dandy Satriyo telah melakukan penganiayaan fisik dan mental yang membuat anak korban seperti sekarang.
Dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan berat berencana atas Cristalino David Ozora Latumahina (17) oleh terdakwa Mario Dandy Satriyo (20) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Kamis (6/7/2023) dibahas cedera fisik dan psikologis yang terjadi saat kejadian dan dampaknya hingga kini.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Mellisa Anggraini, kuasa hukum David--sapaan Cristalino David Ozora Latumahina--menyatakan kondisi terbaru klien remaja ini setelah keluar dari ruang ICU dalam perawatan intensif 56 hari, dan menjalani perawatan mandiri berupa home care 24 jam.
Kondisi David terbaru sudah mampu berjalan akan tetapi belum terlalu lama. Bila sudah tidak kuat menopang tubuh, ia bisa tertidur begitu saja.
"Secara powernya belum stabil, tadi Jo (Jonathan Latumahina, ayah David) sampaikan David berkali-kali ketiduran kalau sudah lebih berat (menopang tubuh)," jelas Mellisa Anggraini kepada jurnalis saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (6/7/2023).
Kemudian David juga mengalami kondisi emosional karena mulai bisa mengingat kembali aksi penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan, dan terpidana anak AG atau AGH (15).
"Emosinya terkait penganiayaan terkait ingatan-ingatan yang lalu baru balik. Amarahnya, kesalnya, sakit hatinya dianiaya baru muncul," lanjut Mellisa Anggraini.
"Minggu depan kembali dengan psikolog. Untuk mengawal proses psikologis David, karena (kondisi ini) lumayan mengganggunya. Ia tidak bisa tidur, ia marah," tukasnya.
Menilik kembali kejadian penganiayaan berat berencana yang dilakukan Mario Dandy Satriyo kepada David, berikut adalah ringkasan penuturan saksi ahli yang disampaikan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/7/2023):
* Saksi ahli dr Aisyah Hanafi menyatakan David tiba di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dibawa oleh orangtua temannya.
* Langsung ditempatkan di ruangan instalasi gawat darurat (IGD).
* Pemeriksaan awal oleh dr Aisyah Hanafi menunjukkan luka lecet di pelipis bagian atas mata sebelah kanan ukuran sekitar 1,5 cm x 0,5 cm, kemudian luka lecet pada pipi sebelah kanan ukuran 6 cm x 5 cm, luka memar pipi kanan ukuran 6 cm x 6 cm, kemudian luka robek di bibir bagian dalam ukuran 2 cm.
* Dilakukan CT Scan dan laboratorium, hasilnya ada infeksi bakteri dalam darah dan tidak ditemukan kelainan pada otak atau pun pendarahan pada otak atau tidak ditemukan keretakan patah tulang di tengkorak. Ditemukan bekuan darah di bagian bibir.
* Terjadi kekacauan motorik pascapenganiayaan, seperti gerakan tubuh pasien tiba-tiba, tidak dapat dikendalikan.
* Kekacauan motorik berupa siklus bangun tidur dan saat membuka mata. Pada manusia siklus bangun tidur normal, kondisi korban bila tidak dipanggil namanya mata akan tidur.
* Dalam durasi tertentu terjadi kejang, hal ini terjadi mulai dari rumah sakit awal hingga penanganan lanjutan. Yaitu dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Barat sampai Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
-
Jadi Sosok Haus Pengakuan, Ini Pernyataan Mario Dandy Satriyo Mengapa Terus Memukuli Korban Meski Sudah Jatuh ke Aspal
-
Mario Dandy Satriyo Mengakui Ganti Pelat Nomor Mobil Jeep Wrangler Rubicon, Pernah Bikin Spesial Buat Mantan Pacar
-
Biaya Perbaikan Jok Harley-Davidson Rp 4,7 Juta Membuat Shane Lukas Tunduk kepada Mario Dandy Satriyo?
-
Mario Dandy Satriyo dan Mantan Pacarnya Sama-Sama Ditegur Hakim Ketua Sidang Pengadilan Kasus Penganiayaan Berat Berencana
-
Terungkap di Sidang Pengadilan Mario Dandy Satriyo, Teka-Teki Mobil Premium yang Ngemplang Tak Bayar Bensin di SPBU Jakarta Selatan pada 2021
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun
-
Satgas MBG Cilegon Ungkap Hasil Lab, Dua Sampel Positif Terpapar Bakteri
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk Fuso di Lampung Utara