Ini yang dibutuhkan Mario Dandy Satriyo sebagai sosok yang selalu perlu pengakuan.
Menurut keterangan salah satu saksi dalam sidang penganiayaan berat berencana oleh Mario Dandy Satriyo terhadap anak korban Cristalino David Ozora Latumahina, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (20/6/2023) disebutkan terdakwa selalu perlu konfirmasi atau butuh pengakuan.
Dalam sidang yang dilakukan secara tertutup karena saksi berusia di bawah umur, Mario Dandy Satriyo membutuhkan pengakuan. Bahkan untuk disebut sebagai temannya perlu konfirmasi.
Bila disimak lebih jauh, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, konfirmasi berarti penegasan, pengesahan, pembenaran. Mengonfirmasikan berarti menyatakan dengan tegas, menegaskan.
Sedangkan menilik laman media sosial Mario Dandy Satriyo, ditemukan bukti flexing alias pamer-pamer kekayaan antara lain diwujudkan dalam bentuk naik motor gede atau moge Harley-Davidson, Triumph, sampai yang paling kondang adalah Jeep Wrangler Rubicon--menjadi barang bukti penganiayaan, serta pelat nomor polisi palsu.
Tidak sampai di situ, video rekaman penganiayaan atas Cristalino David Ozora Latumahina juga tersebar, karena Mario Dandy Satriyo ingin memberikan sekaligus diberi konfirmasi: ia telah melakukannya.
Dikutip dari kanal News Suara.com, dalam sidang lanjutan pekan ini, Selasa (4/7/2023), saat Mario Dandy Satriyo bersaksi untuk terdakwa Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan--yang merekam aksi brutal Mario berupa pemukulan dan penendangan atas anak korban David yang mengenai kepala berkali-kali--tanpa sadar ia menunjukkan kebutuhan akan konfirmasi ini.
"Di saat itu, saat saya aniaya, saya tidak perhatikan kondisinya Yang Mulia. Yang saya tahu dia cuma sudah di bawah (di aspal). Karena dia tidak ada perlawanan, tidak ada (kalimat) "Ampun Den" dan diem doang," jelas Mario Dandy Satriyo kepada Hakim.
Lewat pernyataan itu bisa disimak yang dibutuhkannya sebagai konfirmasi, pengakuan, atau pernyataan, yang menegaskan bahwa seorang Mario Dandy Satriyo lebih superior, lewat kata yang ingin didengarnya, yaitu "Ampun" atau permohonan alias permintaan.
Apalagi, kalimat berikutnya yang dikatakan Mario Dandy Satriyo kepada Hakim adalah, "Saya nggak ada rasa kasihan. Saya sudah gelap mata saat itu."
Sidang ini masih akan berlanjut di hari-hari mendatang dan sejauh ini, saksi sekaligus ayah anak korban Cristalino David Ozora Latumahina, yaitu Jonathan Latumahina menyatakan terus menunggu kelanjutannya, meski kecewa karena kondisi fisik dan mental anaknya pascapenganiayaan tidak dibahas mendalam.
"Hakim lebih menitikberatkan kepada motivasi pelaku, itu terus yang digali," papar Jonathan Latumahina seperti dikutip dari tayangan daring YouTube.
Berita Terkait
-
Mario Dandy Satriyo Keluarkan "Senjata": Menangis dalam Persidangan Kasus Penganiayaan Berat Berencana
-
Mario Dandy Satriyo Mengakui Ganti Pelat Nomor Mobil Jeep Wrangler Rubicon, Pernah Bikin Spesial Buat Mantan Pacar
-
Mario Dandy Satriyo dan Mantan Pacarnya Sama-Sama Ditegur Hakim Ketua Sidang Pengadilan Kasus Penganiayaan Berat Berencana
-
Saat Pacaran AGH Pernah Alpa Beri Kabar Dua Kali, Mario Dandy Satriyo Panik dan Lakukan Pengancaman Pakai Senpi
-
Terungkap di Sidang Pengadilan Mario Dandy Satriyo, Teka-Teki Mobil Premium yang Ngemplang Tak Bayar Bensin di SPBU Jakarta Selatan pada 2021
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda