Buro Happold, perusahaan yang terlibat dalam pembangunan Stadion Jakarta International Stadium, kini sudah menampilkan kembali keterangan tentang JIS dalam website resminya.
Sebelumnya diwartakan pekan lalu JIS tiba-tiba hilang dari website resmi Buro Happold, ketika publik di Tanah Air ramai berdebat soal apakah stadion tersebut sudah memenuhi standar FIFA - Federasi Sepak Bola Dunia - atau belum.
Kini di website Buro Happold keterangan soal JIS memang sudah kembali ditayangkan, tetapi tak ada lagi keterangan yang menyebutkan bahwa stadion tersebut dibangun sesusuai standar FIFA.
Tadinya dalam artikel Buro Happold disebutkan desain mangkok stadion JIS dirancang oleh para insinyur sesuai sertifikasi FIFA.
Pada bagian lain, Buro Happold juga menyebutkan bahwa dalam desain JIS pihaknya meletakkan dasar untuk menciptakan stadion bersertifikasi FIFA yang bisa memberikan pengalaman kelas dunia bagi para penggemar sepak bola.
Tetapi kini keterangan yang membawa-bawa nama FIFA sudah hilang dari keterangan soal JIS di website Buro Happold, perusahaan asal Inggris tersebut.
Sebelumnya Buro Happold sudah menegaskan pihaknya tidak mendesain dan tidak terlibat dalam pekerjaan konstruksi Stadion JIS, seperti yang digembar-gemborkan oleh Pemerintah DKI Jakarta sebelumnya.
Buro Happold mengatakan pihaknya hanya diminta untuk membuat pandua desain serta memberikan jasa konsultasi pada periode Desember 2018 hingga Maret 2019.
"Selama masa pembuatan panduan itu, perusahaan memastikan agar desain seluruh aspek yang berkaitan dengan standar FIFA terpenuhi," terang Buro Happold dalam keterangan resminya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Proyek Rp 5 Triliun Sia-sia, JIS Dicoret Dari Daftar FIFA
Setelah rangkaian pekerjaan soal desain itu selesai, Buro Happold diminta meninjau konsep desain yang dipersiapkan oleh konsultan yang ditunjuk Jakkon.
"Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro
Happold. Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah," tegas perusahaan asal Inggris itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring