/
Kamis, 13 Juli 2023 | 07:30 WIB
CEK FAKTA, apakah benar ada jual-beli santri di Ponpes Al Zaytun? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi membuat berita seolah-olah terjadi human traffic di pondok pesantren ini.

Saat ini, Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun tengah berada di bawah sorotan. Salah satunya karena pimpinannya, Panji Gumilang diduga melakukan penistaan agama dan saat ini diperiksa tim penyidik Bareskrim Polri. Kemudian buku ajarannya ditarik karena dianggap menyimpang.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, dari kanal YouTube akun bernama KABAR NEWS telah mengunggah video berjudul "SANGAT BI4D4B, TERNYATA PANJI G JU4L B£LIK4N SANTRINYA JUGA SEHRGA 4 MILYAR ??".

Diunggah pada 3 Juli 2023, foto thumbnail adalah seseorang dengan wajah Panji Gumilang tengah diamankan, orang mengenakan rompi bertuliskan KPK. Dengan tulisan penyerta "BREAKING NEWS LIVE 1 JAM TERIMA 4 MILYAR ?? PANJI G TERBUKTI JUAL BELIKAN PARA SANTRINYA".

PENJELASAN

Turnbackhoax.id melakukan penelusuran, faktanya judul dalam unggahan itu tidak sesuai dengan isi dan narasi dalam video. Isi dan narasi video hanya menjelaskan mengenai dugaan terafiliasinya Ponpes Al Zaytun dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

Narator dalam video hanya membaca ulang artikel unggahan Tribun News berjudul "Eks Aktivis NII Bongkar Cara Pimpinan Al-Zaytun Panji Gumilang Dapat Uang Rp 4 Miliar dalam 1 Jam" yang telah diunggah pada 2 Juli 2023.

Artikel asli ini menjelaskan mengenai mantan aktivis NII yang mengungkapkan berbagai modus untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin.

Sepanjang video sama sekali tidak dijelaskan mengenai isu jual-beli santri yang dilakukan Panji Gumilang seperti yang tertera pada judul video. Artikel dan video asli milik Tribun News.

KESIMPULAN

Video berjudul "SANGAT BI4D4B, TERNYATA PANJI G JU4L B£LIK4N SANTRINYA JUGA SEHRGA 4 MILYAR ??" memiliki konten yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More