/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 09:00 WIB
CEK FAKTA, foto thumbnail ini diambil dari foto tentang Jaksa Pinangki jalani eksekusi pidana, bukan soal Panji Gumilang ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi menunjukkan data tidak valid tentang kesalahan pimpinan sebuah badan keagamaan pasti menyangkut perempuan dan kekayaan.

Panji Gumilang adalah pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun di Jawa Barat yang tengah diperiksa Bareskrim Polri sehubungan status sebagai terlapor diduga melakukan penistaan agama.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun Facebook Ailyn Zoila mengunggah sebuah video berjudul "GEGER PAGI INI WANITA INI NGAKU DIP4KSA JADI BVD4K S3K$ PANJI G, DIB4Y4R 100 JT SEMALAM..".

Foto thumbnail adalah seorang perempuan yang mengenakan rompi, duduk di depan sebuah meja dengan tumpukan uang di hadapannya. Tertulis kalimat pengantarnya "BREAKING NEWS DIBATAR 100 JT SEMALAM WANITA INI NGAKU DIPAKSA JADI PEMUAS NAFSU PANJI".

PENJELASAN

Turnbackhoax.id menelusuri foto thumbnail video ini dan menemukan:

Foto seorang perempuan yang mengenakan rompi dengan tumpukan uang di hadapannya dengan klaim dipaksa menjadi budak seks Panji Gumilang dengan bayaran Rp 100 juta per malam adalah hasil editan.
Fakta: foto adalah hasil manipulasi dari foto terpidana Pinangki Sirna Malasari menjalani eksekusi pidana empat tahun di Lembaga Pemasyarakatakan Kelas II A Tangerang, Banten, Senin (2/8/2021). Dan di foto asli tidak ada tumpukan uang.

Foto yang asli salah satunya dimuat di artikel kalteng.antaranews.com, diunggah 2 Agustus 2021, berjudul "Jaksa Pinangki jalani pidana penjara empat tahun". Keterangan foto adalah "Terpidana Pinangki Sirna Malasari menjalani eksekusi pidana empat tahun di Lembaga Pemasyarakatakan Kelas II A Tangerang, Banten, Senin (2/8/2021). ANTARA/HO-Kejari Jakarta Pusat/pri".

KESIMPULAN

Video berjudul "GEGER PAGI INI WANITA INI NGAKU DIP4KSA JADI BVD4K S3K$ PANJI G, DIB4Y4R 100 JT SEMALAM.." memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More