Pengunggah video memanfaatkan suasana hangat antarpenggemar sepak bola dua negara dan hasilnya adalah judul yang bikin geli ini.
Beberapa saat lalu, warganet negeri kita menyoroti penampilan salah satu anggota Timnas Indonesia, Saddil Ramdani yang bermain di Sabah FC, Malaysia. Disebut-sebut permainannya membela nama negara saat melawan Timnas Palestina dan Timnas Argentina di FIFA Matchday 2023 tidak secemerlang saat main untuk klub di Negeri Jiran.
Masih tentang FIFA Matchday 2023, warganet Indonesia mentertawakan Timnas Malaysia yang bertarung melawan Timnas Papua Nugini serta Timnas Kepulauan Solomon. Namun tunggu dulu, hasilnya sungguh menawan. Timnas Malaysia bikin babak belur Papua Nugini dengan skor 10-0.
Sehingga di ranking FIFA posisi Indonesia adalah ke-150 dengan total point 1047,46 sedangkan Malaysia ada di posisi ke-137 mengantongi 1091,57. Giliran penggemar Negeri Jiran senyum lebar.
Kemudian Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA menyatakan Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Kembali suasana hangat karena dengan menjadi host, Timnas Indonesia U-17 bisa turut bertarung melawan para finalis lainnya dari berbagai zona.
Metro Suara.com menyimak kanal YouTube dan menemukan akun bernama JAGAT.ID mengunggah video berjudul "PANTAS SEBEGITU BENCINYA, TERNYATA INI TUJUAN BUSUK MALAYSIA || PIALA DUNIA U-17 INDONESIA".
Foto thumbnail antara lain Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Presiden FIFA Gianni Infantino, serta bendera Malaysia. Tulisan penyertanya, "HANCURKAN PSSI MALAYSIA RACUNI FIFA".
PENJELASAN
Metro Suara.com menelusuri judul video ini dan menemukan:
* Judul video: "PANTAS SEBEGITU BENCINYA, TERNYATA INI TUJUAN BUSUK MALAYSIA || PIALA DUNIA U-17 INDONESIA".
Fakta: judul tulisan dan video yang tidak memihak bisa mencerahkan, namun judul tendensius dan mendeskreditkan seperti ini memiliki muatan tertentu.
Logika: judul tidak edukatif membuat calon pemirsa atau penonton yang jeli tidak akan terpikat clickbait.
* Kalimat di foto thumbnail "HANCURKAN PSSI MALAYSIA RACUNI FIFA".
Fakta: kalimat bias hancurkan PSSI apakah ajakan atau untuk tujuan dari pihak di luar Indonesia. Salah-salah ditafsirkan mengajak bangsa sendiri menghancurkan persepakbolaan nasional. Kemudian kata "racuni FIFA" juga menggelikan.
Logika: kalimat bias membuat penonton atau calon pemirsa tidak membuka atau click. Di sisi lain, seperti disebutkan dalam kalimatnya sendiri "racuni FIFA". FIFA adalah badan tertinggi olah raga sepak bola di dunia, pengambilan keputusan berdasarkan kepada parameter-parameter logis, bukan hal gosip atau non-teknis seperti penggunaan kata "racuni", terlebih lagi menjunjung dan memiliki unsur sportivitas bukan hal terkait emosi atau emosional. Dengan memberikan kalimat seperti ini, sama artinya dengan memandang pembaca ada di kelas non-logis dengan mengikutsertakan kata "meracuni".
* Menyimak dari judul dan kata di thumbnail saja sudah bisa didapat kesimpulan bahwa video pastilah tidak memberikan informasi baru, valid dan berbobot. Dari cuplikan awal 0:05 dipasang footage saat Ketua Umum Erick Thohir menyatakan seputar persepakbolaan Indonesia beberapa saat lalu yang bisa disaksikan di berbagai video serupa, juga di materi media-media kredibel. Artinya tidak ada topik baru.
KESIMPULAN
Video berjudul "PANTAS SEBEGITU BENCINYA, TERNYATA INI TUJUAN BUSUK MALAYSIA || PIALA DUNIA U-17 INDONESIA" memiliki konten kategori menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Apakah Presiden RI Memiliki Reputasi Bak Dewa di Uni Eropa dalam Proyek Hilirisasi?
-
CEK FAKTA: Apa Betul Ada Perempuan Mengaku Dapat Bayaran Rp 100 Juta untuk Puaskan Panji Gumilang?
-
CEK FAKTA: Benarkah Panji Gumilang Melawan Saat Diringkus Sehingga Dapat Timah Panas?
-
CEK FAKTA: Panji Gumilang Akan Dihadapkan ke Pengadilan dengan 19 Saksi Penting?
-
CEK FAKTA: Ganjar Pranowo Akan Mengubah IKN Menjadi Pangkalan Militer China?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
5 Shio yang Beruntung Hari Ini, Ada Peluang Rezeki dan Kemajuan Karier
-
Komi Can't Communicate Kembali! Bab Spesial Baru Resmi Dirilis
-
5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Huawei Watch GT 6 Pro: Smartwatch Premium dengan Baterai 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan