/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 07:30 WIB
CEK FAKTA: Ganjar Pranowo disiapkan Presiden RI untuk menjadikan IKN pangkalan China? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Pengunggah berusaha menanamkan fobia terhadap kekuatan asing termasuk lewat judul rasis.

IKN atau Ibu Kota Negara Nusantara adalah calon ibu kota baru dari NKRI yang disiapkan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Seluruh infrastruktur disiapkan sebagai pendukung dengan memperhatikan berbagai aspek berkenaan lingkungan lestari, antara lain penggunaan transportasi sepeda, serta kendaraan listrik, dan jalan kaki.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, beredar sebuah video di Facebook dengan judul "J-kw 5ang4t KtakutÄN!! SARANg P.K.1 9n4ga Dit3mukan!! Ganj4r Jadi Bon¢K4 Si S!pit".

Dalam thumbnail video terlihat foto penyerahan berkas yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Tulisan penyertanya adalah, "DOKUMEN RAHASIA BESAR JKW DIBONGKAR SIAPKAN GANJAR BONEKA 9 NAGA GANJAR DISIAPKAN SEJAK 3 TAHUN LALU".

PENJELASAN

Metro Suara.com melakukan penelusuran judul dan menemukan:

* Judul "J-kw 5ang4t KtakutÄN!! SARANg P.K.1 9n4ga Dit3mukan!! Ganj4r Jadi Bon¢K4 Si S!pit" berbau rasis.
Fakta: penggunaan kata seperti "Si Sipit" dan digunakan pemakaian tanda baca untuk menyamarkan.
Logika: penggunaan kata bersifat rasis untuk memberi kesan sangat atau pembelaan berdasar pendekatan fisik yang disukai atau tidak disukai, juga tendensius memiliki tujuan kontra produktif dan tidak membangun. Patut dijauhi.

Turnbackhoax.id melakukan penelusuran hasilnya:

* Foto thumbnail tidak valid.
Fakta: menggunakan Google Image Search, ditemukan foto yang identik pada momen penyerahan berkas. Foto diambil dari acara penyerahan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).
Foto diunggah pada artikel tribunnews.com dengan judul "Pengacara Prabowo Sandi Hanya 8 Orang Dikeroyok Pengacara Jokowi Amin dan KPU 56 Orang."

KESIMPULAN

Video di Facebook berjudul "J-kw 5ang4t KtakutÄN!! SARANg P.K.1 9n4ga Dit3mukan!! Ganj4r Jadi Bon¢K4 Si S!pit" memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.


Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More